Asbanda dan Bank Bengkulu Gelar Seminas Penguatan Likuiditas
Seminar bertema “Dukungan Pemerintah terhadap Penguatan Likuiditas BPD dalam Meningkatkan Stabilitas Sistem Keuangan Nasional” tersebut merupakan bagian dari ra
Instagram: infobmkgyia
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan cuaca dini bagi kawasan rawan bencana tanah longsor di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Empat titik rawan utama menjadi fokus peringatan ini, yakni Kecamatan Samigaluh dan Kecamatan Girimulyo di Kulonprogo, Kecamatan Gedangsari di Gunungkidul, serta kawasan Lereng Gunung Merapi di Sleman. Masyarakat yang bermukim di wilayah perbukitan dan lereng curam diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan.
Di wilayah Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo, BMKG memprakirakan kondisi cuaca cenderung cerah berawan pada pagi hari, kemudian berubah menjadi berawan pada siang, malam, hingga dini hari. Suhu udara di wilayah perbukitan Samigaluh berkisar antara 21°C hingga 30°C. Kondisi ini masih tergolong normal untuk wilayah perbukitan, namun potensi longsor tetap perlu diwaspadai mengingat topografi yang curam.
Sementara itu, di lokasi tetangganya, Kecamatan Girimulyo, kondisi cuaca diprediksi berawan sejak pagi hari hingga dini hari secara menerus. Suhu minimum di Girimulyo tercatat mencapai 22°C dengan suhu maksimum hingga 31°C. Kondisi berawan yang berlangsung sepanjang hari ini perlu menjadi perhatian khusus karena dapat meningkatkan kelembapan tanah di daerah perbukitan.
Beralih ke kawasan timur, tepatnya di Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, BMKG memprediksi kondisi cuaca akan didominasi oleh awan tebal sepanjang hari. Kondisi cerah berawan hanya berpotensi terjadi pada pagi hari, sebelum berganti menjadi berawan pada waktu siang, malam, dan dini hari. Suhu udara di wilayah Gedangsari diprakirakan menjadi yang paling hangat dibanding daerah rawan lainnya, yaitu berada pada rentang 21°C hingga 33°C.
Adapun untuk kawasan rawan bencana di Lereng Gunung Merapi, Sleman, cuaca diprediksi berawan pada pagi hari. BMKG mencatat potensi berawan tebal berlanjut pada siang, malam, hingga dini hari di sekitar wilayah puncak dan lereng Merapi. Suhu udara di kawasan Lereng Gunung Merapi terasa paling dingin dengan temperatur berkisar antara 16°C hingga 30°C. Perbedaan suhu yang cukup ekstrem ini dapat memicu perubahan kondisi tanah yang berpotensi memicu longsor.
Berdasarkan pemetaan potensi gerakan tanah dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang tercantum dalam rilis BMKG, beberapa wilayah perbukitan Menoreh di Kulonprogo, perbukitan Gedangsari di Gunungkidul, serta lereng atas Merapi memiliki zona potensi terjadi gerakan tanah tingkat menengah hingga tinggi. Informasi ini menjadi sinyal kewaspadaan yang sangat penting bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.
Masyarakat diimbau untuk mengenali tanda-tanda alam dan tetap berhati-hati saat melintasi jalur rawan longsor pada kondisi cuaca lembap atau berawan tebal. Beberapa tanda alam yang perlu diwaspadai antara lain munculnya retakan di tanah, pohon atau tiang listrik yang miring, serta air tanah yang keluar secara tiba-tiba di lereng. Jika menemukan tanda-tanda tersebut, segera menjauh dari lokasi dan laporkan kepada pihak berwenang setempat.
Bagi warga yang bermukim di kawasan rawan, penting untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG melalui kanal resmi. Selain itu, menyiapkan rencana evakuasi darurat dan tas siaga bencana juga sangat dianjurkan. Kecepatan dalam merespons peringatan dini dapat menyelamatkan jiwa dan harta benda.
Peringatan cuaca ini juga menjadi pengingat bagi pengendara yang melintasi jalur alternatif di wilayah perbukitan. Kondisi jalan yang licin dan potensi longsor dapat mengganggu akses transportasi. Pengendara diimbau untuk selalu berhati-hati, mengurangi kecepatan, dan menghindari perjalanan pada malam hari jika tidak mendesak.
Daerah Istimewa Yogyakarta memang dikenal memiliki topografi yang beragam, mulai dari dataran rendah hingga lereng gunung. Kondisi geografis ini membuat beberapa wilayah rentan terhadap bencana tanah longsor, terutama pada musim hujan atau saat cuaca ekstrem. Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana.
BMKG Stasiun Meteorologi Yogyakarta terus memantau perkembangan cuaca dan akan segera mengeluarkan pembaruan informasi jika terjadi perubahan signifikan. Masyarakat dapat mengakses informasi resmi melalui situs web BMKG, aplikasi mobile, atau media sosial resmi untuk mendapatkan update terkini.
Semoga peringatan dini ini dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tanah longsor. Tetap waspada dan utamakan keselamatan, karena nyawa lebih berharga dari segalanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seminar bertema “Dukungan Pemerintah terhadap Penguatan Likuiditas BPD dalam Meningkatkan Stabilitas Sistem Keuangan Nasional” tersebut merupakan bagian dari ra
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi Harian Jogja.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling.