Khawatirkan Menularkan Corona, 7 Warga Bantul dari Klaster Gowa Terus Dipantau

Ilustrasi. - Ist/Freepik
29 April 2020 21:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Kesehatan Bantul terus memantau kesehatan tujuh warga Bantul yang merupakan bagian dari klaster ijtimak ulama Gowa, Sulawesi Selatan. Ketujuh orang tersebut sudah dilakukan tes cepat melalui rapid test dan hasilnya satu orang reaktif atau positif.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan sejauh ini baru ditemukan tujuh orang dari klaster ijtimak Gowa dan sudah dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Sewon dan Puskesmas Pundong.

“Satu orang yang menjalani rapid test positif dan sudah dirawat di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19. Enam orang lainnya negatif,” kata Sri Wahyu, Rabu (29/4/2020).

Sementara klaster tablig akbar Jakarta sejauh ini diakui Oky-sapaan akrab Sri Wahyu Joko Santoso, telah mendeteksi ada dua jemaah yang tersebar di Kecamatan Banguntapan dan Piyungan. Satu jemaah di Banguntapan diketahui telah menularkan kepada anak dan istrinya sehingga ketiganya positif dan dilakukan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul (RSPS) dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC).

Adapun jemaah yang di Piyungan masih dilakukan rapid test.

Lebih lanjut Oky mengatakan khusus untuk klaster Gereja GPIB Ngupasan Jogja yang terlacak ada lima orang, tersebar di Kecamatan Kasihan dan Banguntapan, dan masih dalam proses rapid test “Rapid test-nya belum dilaporkan dari puskesmas tapi sudah terlacak di Kasihan dan Banguntapan,” kata Oky.

Khusus untuk klaster Magetan, Jawa Timur, di Bantul terdapat dua orang yang bertempat tinggal di Kecamatan Piyungan. Sampai saat ini masih dalam pemantauan dan belum dilakukan rapid test.

Sampai Rabu (29/4/2020) sore, jumlah positif Covid-19 di Bantul tercatat ada 20 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak tujuh orang masih dalam perawatn di rumah sakit rujukan khusus Covid, yakni empat orang di RSLKC, sisanya di RSPS, RSPAU Hardjolukito dan Bethesda. Sementara 11 orang lainnya sembuh dan dua orang meninggal dunia.

Total Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 202 orang. Dari jumlah tersebut 27 orang di antaranya negatif, 55 orang dalam proses uji laboratorium, dan empat orang meninggal dunia. Sementara Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 755 orang dan 321 orang di antaranya sudah selesai pemantauan.