Tenaga Medis yang Positif Covid-19 karena Diduga Terpapar Pelaku Perjalanan Berasal dari Kecamatan Sewon

Ilustrasi - Freepik
03 Mei 2020 20:32 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Satu dari enam tenaga kesehatan di Bantul yang diisolasi karena hasil tes cepat Corona (rapid diagnostic test (RDT) menunjukkan reaktif atau positif telah menjalani tes swab melalui cairan tenggorokan atau hidung. Hasilnya, tenaga kesehatan tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus SARS CoV-2 penyebab penyakit coronavirus disease (Covid-19). Sementara, lima tenaga medis lainnya yang lainnya masih menunggu hasil swab.

Tenaga medis yang positif Covid-19 adalah perempuan 38 tahun asal Kecamatan Sewon.

“Iya itu,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Infeksi Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso,saat dimintai konfrmasi kebenaran tenaga kesehatan yang positif Covid, Minggu (3/5/2020).

Pasien tersebut kini dirawat di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC). Ia tidak menjelaskan lebih lanjut penelusuran dari satu orang tenaga medis yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut. Pihaknya akan menyampaikan bersamaan dengan hasil swab tenaga medis lainnya yang masih dalam proses pemeriksaan swab.

Sebelumnya, Oky, sapaan akrab Sri Wahyu Joko Santoso, mengatakan ada enam tenaga medis dan satu orang nontenaga medis yang diisolasi di RSLKC, Bambanglipuro, Bantul. Para tenaga medis tersebut diisolasi karena hasil rapid test menunjukkan reaktif sehingga pelu dilakukan diagnosis lanjutan.

Oky mengaku belum mengetahui pasti riwayat kontak para tenaga kesehatan itu. Namun ia menduga karena kontak erat dengan para pelaku perjalanan yang melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas.

“Untun riwayat penularan dugaan sementara. Sekali lagi dugaan sementara adalah kontak pada saat melakukan screening rapid test pada pelaku perjalanan. Karena saat ini puskesmas giat untuk screening para pelaku perjalanan yang dari daerah terjangkit atau pun dari kluster-kluster yang ada,” ujar Oky.

Oky menyatakan rapid test adalah deteksi dini untuk mendeteksi munculnya antibodi tubuh terhadap penyakit tertentu. Saat ini RDT Corona dipergunakan untuk mendeteksi antibodi terhadap virus corona. Sementara, jenis virus corona lebih dari satu macam.

“Untuk penegakkan diagnosis virus corona 19 atau SARS CoV-2 atau Covid-19 dilakukan dengan swab diperiksa dengan PCR [polymerase chain reaction],” kata Oky.