40 Penumpang Masih di KM Mutiara Sentosa II, Menunggu Evakuasi
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.
Ilustrasi. /Antaranews-Ridwan Triatmodjo
Harianjogja.com, KULONPROGO - Peristiwa tragis menimpa seorang penderes asal Kapanewon Kokap. Penderes berusia 58 tahun, Bahrozi penderes ditemukan tewas setelah terjatuh dari pohon kelapa setinggi 11 meter.
Kepala Desa Kalirejo, Lana pada Minggu (10/5/2020) membenarkan kejadian nahas tersebut. Lana mengatakan ada satu warga terjatuh saat menyadap nira. Dugaan sementara korban kurang hati-hati sehingga terjatuh saat menyadap.
Mengetahui kejadian tersebut warga pun bergegas menolong korban. Korban dibawa ke RSUD Wates untuk mendapatkan perawatan. Namun hingga pagi tadi nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Kapolsek Kokap, AKP Sujarwo menjelaskan dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Korban meninggal setelah menderita luka serius pasca terjatuh dari atas pohon kelapa. "Kejadian ini murni kecelakaan, selanjutnya korban dikembalikan kepada keluarga yang bersangkutan untuk kemudian dimakamkan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep menyisakan 40 penumpang di kapal. Sebanyak 218 orang selamat dan 4 meninggal dunia.
Kejari Karanganyar melanjutkan penyidikan dugaan korupsi retribusi PKL. Sekitar 20 saksi telah diperiksa dan mantan kepala dinas AM kembali dimintai keterangan.
Persib Bandung mengalahkan Persija Jakarta 2-1 di semifinal Piala Presiden 2026 dan memastikan tiket ke partai final.
Pasien obesitas dengan berat badan hampir 300 kilogram di Sragen meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di ICU RSSP Sragen.
BPBD Gunungkidul mencatat bantuan air bersih mencapai 698 tangki atau 3,49 juta liter. Distribusi diperkirakan berlanjut hingga musim kemarau berakhir.
KH Marsudi Syuhud menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 setelah mendapat dukungan dari PWNU dan PCNU.