SD Negeri 1 Bantul Hadirkan Layanan Pendidikan Terpadu
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Ilustrasi vaksin./Reuters
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Kesehatan Bantul kembali mewacanakan untuk pengadaan sendiri vaksin polio atau IVP jika vaksin untuk mencegah penyakit polio tersebut tidak dikirim dari Kementerian Kesehatan sampai akhir bulan ini. Pasalnya stok vaksin polio di Bantul saat ini menipis tinggal tersisa di puskesmas, bahkan di beberapa puskesmas sudah kosong.
Sisa vaksin polio yang ada saat ini juga merupakan vaksin pengadaan mandiri Dinas Kesehatan Bantul pada Februari lalu. Sementara kiriman dari Pemerintah Pusat belum juga terealisasi sejak September tahun lalu sampai saat ini.
“Sampai sekarang belum ada kabar [akan dikirim kapan], rencana akan kami tanyakan lagi,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, Senin (11/5/2020). Sri Wahyu tidak hapal tinggal berapa stok vaksin yang ada saat ini.
Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Bantul Abednego Dani Nugroho mengatakan stok vaksin polio yang ada saat ini merupakan pengadaan sendiri pada akhir Februari lalu. Saat itu Dinas Kesehatan Bantul melakukan pengadaan vaksin polio senilai Rp50 juta sebanyak 1.400 unit. Hasil pengadaan tersebut sudah didistribusikan ke sejumlah puskesmas secara berkala.
Pihaknya akan menanyakan kembali ke Kementerian Kesehatan,“Kalau tak ada kejelasan [dari Pemerintah Pusat] kami akan buka wacana mengajukan kepada kepala dinas apakah memungkinkan pengadaan sendiri,” kata dia.
Namun demikian pihaknya akan memastikan lagi penyebab keterlambatan pengiriman vaksin polio tersebut apakah memang kosong secara nasional atau ada penyebab lainnya. Abetnego mengatakan vaksin polio merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus diberikan kepada balita.
Dalam keterbatasan vaksin ini, Dinas Kesehatan memprioritaskan pemberian vaksin polio tahap pertama di usia dua bulan untuk bayi yang baru dilahirkan. Sementara untuk pemberian vaksin polio tahap kedua dan ketiga, kata Abetnego, bisa diberikan dalam rentang waktu satu tahun.
Lebih lanjut Abednego mengatakan layanan imunisasi di Bantul tetap berjalan meski di masa pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19. Sebab, menurutnya imunisasi tidak terkait langsung dengan Covid-19. Hanya proses pemberian imunisasinya yang sedikit berbeda dari biasanya.
“Biasanya setiap hari ada layanan imunisasi di puskesmas, sekarang lewat penjadwalan dikumpulkan dalam satu hari dengan waktu menyesuaikan di puskesmas masing-masing,” kata Abetnego, di Dinas Kesehatan Bantul, Senin (11/5/2020). “Jika anak ada gejala batuk dan pilek disarankan untuk tidak imunisasi dahulu,” sambung Abetnego.
Layanan imunisasi sempat sepi di awal masa Pandemi pada Maret lalu akibat banyak yang yang menunda imunisasi anaknya karena khawatir dengan penyebaran virus SARS Corona Virus Tipe 2 atau SARS CoV-2. Namun kini kembali meningkat. Adanya peningkatan tersebut membuat salah satu vaksin, yakni vaksin polio menipis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Bali United menang 6-1 atas Persijap Jepara dan naik ke peringkat ketiga Super League 2026/2027. Persijap kini menelan empat kekalahan beruntun
Pembangunan gapura TPR Pantai Baru di Bantul masih berlangsung. Pelayanan retribusi dipindah ke timur dan empat akses pantai difungsikan.
OpenAI menyiapkan watermark textGrain untuk teks ChatGPT dan Codex di Eropa. Teknologi ini masih memiliki keterbatasan dalam mendeteksi teks AI.
Kampus UNY di Blora mulai dibangun dengan anggaran tahap awal Rp50 miliar. Proyek ditargetkan rampung Agustus 2027.
Kawasaki menyiapkan motor baru untuk 13 Oktober 2026. Sejumlah petunjuk mengarah pada dugaan Versys 900 bermesin empat silinder.