Klaten Catat Sejarah, Pertama Kali ICHC Digelar di Indonesia
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
Anggota DPRD DIY Fraksi PDI Perjuangan, Ispriyatun Katir, Jumat, 22 Mei 2020 memberikan bantuan sembako kepada para penyandang disabilitas yang terdampak Covid-19 di wilayah Bantul./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Bertempat di Sekretariat Masyarakat Peduli Penyandang Disabilitas (MPPD), JL. Imogiri Barat KM 11, anggota DPRD DIY Fraksi PDI Perjuangan, Ispriyatun Katir, Jumat, 22 Mei 2020 memberikan bantuan sembako kepada para penyandang disabilitas yang terdampak Covid-19 di wilayah Bantul. Bantuan 140 Paket Sembako tersebut diterima oleh perwakilan dari MPPD yang anggotanya juga terdiri dari para penyandang disabilitas, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan penyandang Hydrocephalus. Kegiatan pemberian paket sembako tersebut juga dihadiri Pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Banguntapan dan Team The Katir Center.
Aksi sosial ini sebagai bentuk respon aspirasi dari MPPD kepada DPRD DIY agar para penyandang disabilitas, ABK dan Penyandang Hydrocephalus mendapatkan perhatian dari pemerintah. MPPD mengharapkan mereka dapat mengakses program-program Jaring Pengaman Sosial yang dimiliki oleh Pemerintah untuk meringankan beban mereka terutama saat terjadi pandemic seperti sekarang ini.
“Para penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok rentan masyarakat sehingga pemerintah termasuk Pemerintah DIY wajib hukumnya untuk memberikan perhatian lebih kepada mereka,”ujar Katir kepada awak media.
Pemerintah mesti melakukan pendataan yang lebih valid terhadap masyarakat yang memiliki kerentanan sosial ekonomi apalagi disaat Pandemi akibat Covid-19 ini. Kelompok rentan ini lah yang pasti terkena dampak sosial-ekonomi saat terjadi musibah seperti pandemic ini. Oleh karena itu Pemerintah tidak boleh abai terhadap mereka dan menggandeng masyarakat yang peduli terhadap penyandang disabilitas untuk merumuskan program-program untuk mereka.
Situasi Pandemi ini memberikan pelajaran penting bagi kita bahwa pembelaan dan perlindungan kepada kelompok masyarakat yang rentan secara sosial-ekonomi harus disiapkan sistem yang baik sehingga ketika terjadi bencana dalam bentuk apapun, pemerintah sudah siap memberikan perlindungan sosial-ekonomi kepada Wong Cilik tersebut yang salah satunya adalah para penyandang disabilitas.
“Semoga Paket Sembako ini dapat bermafaat bagi masyarakat penyandang disabilitas dalam menghadapi situasi pademi sekarang ini Apalagi menjelang Hari Raya Iedul Fitri seperti ini dimana semua masyarakat biasanya merayakan dengan penuh suka cita, kini harus merayakan dengan penuh keprihatinan dalam kondisi sosial dan physical disntancing,” pungkas Katir. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
Gerakan tersebut diwujudkan melalui implementasi aplikasi STUPA, yaitu layanan keuangan digital berbasis aplikasi uang elektronik.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.