Advertisement
Mahasiswa UII Temukan Cara Memberikan Kepuasan Pemasok & Pembeli dalam Berbisnis
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA - Kepuasan antara pembeli atau disebut dengan buyer dengan pemasok barang atau supplier menjadi suatu keniscayaan untuk memperlancar suatu bisnis. Namun yang sering terjadi kedudukan buyer lebih merasa lebih tinggi dibandingkan dengan pemasok barang sehingga belum terjadi kepuasan antarkeduanya.
Kenyataan itu membuat seorang mahasiswa Prodi Magister Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (UII) Rizki Prakasa Hasibun berupaya mencari solusi permodelan sistem bisnis untuk menyamakan kedudukan antara pembeli dan pemasok. Maksud pembeli di sini adalah pihak yang membeli barang dari suatu produsen untuk kemudian dijual kembali kepada konsumen. Sedangkan supplier adalah pihak yang memasok barang.
Advertisement
Rizki menilai selama ini hubungan antara pemasok dengan pembeli belum saling menguntungkan. Kadang-kadang pemasok dirugikan karena tidak adanya kesetaraan kedudukan di antara keduanya. Seringkali ditemukan barang yang sudah disuplai oleh pemasok kepada pembeli namun belum dibayar meski pun sebenarnya sudah laku.
"Kami berusaha untuk mencari suatu permodelan bisnis. Dengan model usulan kami sebut SRPM atau supplier relationship performance measurement yang lebih komprehensif baik dari kacamata pemasok maupun kacamata pembeli pembeli," ungkapnya dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Selasa (25/5/2020).
Model SRPM yang ia temukan dapat memudahkan perusahaan mengukur kinerja hubungan pemasok dengan pembeli. Dengan model usulan diterapkan langsung ke perusahaan manufaktur dengan metode Analitycal Hirarchy Process (AHP), di mana AHP sendiri dapat memecahkan suatu situasi yang kompleks tidak terstruktur ke dalam beberapa komponen dalam susunan yang hirarki.
Ia mengaku telah menerapkan temuannya itu pada perusahaan pemasok dan pembeli selama tiga bulan, hasilnya keduanya sama-sama puas. Melalui matriks SRPM dengan kerangka kerja yang sederhana buatannya dapat mengklarifikasi langsung arus hubungan pembeli-pemasok dalam hal kepuasan dan stabilitas yang terbagi dalam beberapa tingkatan dari puas hingga tidak puas. "Sehingga model ini merupakan suatu model pengambilan keputusan yang komprehensif," katanya.
Ketua Prodi Magister Teknik Industri UII Winda Nur Cahyo menambahkan model yang diusulkan dalam penelitian itu bisa menjadi solusi terkait kendala bisnis antara pemasok dengan pembeli. Menurutnya sangat efektif diterapkan bagi perusahaan pemasok dan pembeli untuk menilai hubungannya. Karena model yang dirancang melalui perspektif pembeli dan pemasok untuk membangun hubungan yang lebih baik dalam mencapai tujuan secara bersama pada posisi sama-sama saling puas dan mempertahankan posisi dari pesaingnya.
"Kepuasan pemasok pada umumnya dengan harga jual di atas HPS dan sistem pembayaran tepat waktu, sedangkan kepuasan pembeli pada umumnya dengan harga beli dibawah HPS, kualitas baik, dam pengiriman tepat waktu," ujarnya.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KJRI Jeddah: Jemaah Umrah Korban Bus Terbakar Pulang 31 Maret
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks 28 Maret dari Jogja ke Kutoarjo, Ini Rinciannya
- Empat Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 28 Maret 2026
- Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
- Tabrakan Maut Lawan Truk Hino di Jalur Jogja-Wonosari, Pemotor Tewas
- Diguyur Hujan Deras, GT Purwomartani Sempat Ditutup Sementara
Advertisement
Advertisement







