Dana Terbatas, Perbaikan Jalan Kawasan Industri Semin Tahun Ini Hanya 230 Meter
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
Seorang anak menyimak pembelajaran yang disiarkan melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) di Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan 720 episode untuk penayangan Belajar dari Rumah selama 90 hari untuk PAUD hingga SMA melalui TVRI. /ANTARA FOTO-Saiful Bahri
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul mengkaji memperpanjang program belajar dari rumah (BDR). Program ini dijalankan sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Gunungkidul, Kisworo, mengatakan program BDR sudah diterapkan sejak akhir Maret lalu hingga sekarang. Menurut dia, program ini segera berakhir, namun ada peluang untuk diperpanjang lagi sesuai dengan kondisi penyebaran Covid-19 di Bumi Handayani. “Sudah beberapa kali diperpanjang, tetapi kalau situasinya belum kondusif maka BDR bisa diperpanjang lagi,” katanya kepada wartawan, Jumat (29/5/2020).
Menurut dia, untuk perpanjangan Disdikpora mulai melakukan kajian. Keputusan resmi untuk memperpanjang BDR masih menunggu surat edaran (SE) dari Bupati Gunungkidul. “Saat ini yang sudah terbit SE Gubernur DIY terkait dengan masa tanggap darurat Covid-19 yang diperpanjang selama satu bulan,” katanya.
Dijelaskan Kisworo, rencana perpanjangan BDR sudah disampaikan Kepala Disdikpora Gunungkidul. Menurut dia, sesuai agenda di kalender akademik, Juni ini para pelajar bersiap mengikuti ujian kenaikan kelas. “Tidak ada ujian dan diganti dengan tugas sesuai dengan proses belajar di rumah,” katanya.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan penyebaran Corona berdampak terhadap proses kegiatan belajar mengajar di sekolah. Pasalnya, kegiatan tatap muka langsung tidak bisa dijalankan dan diganti dengan BDR.
Untuk BDR dilakukan secara online dengan cara guru memberikan tugas kepada siswa. Meski demikian, ia mengakui tetap ada kendala dalam pelaksanaannya karena tidak bisa maksimal seperti halnya model tatap muka. Kendala seperti sinyal telepon seluler yang sudah diperoleh membuat para guru harus mendatangi rumah siswa. “Tetapi BDR juga ada sisi positifnya karena sudah sesuai tujuan pencegahan Corona, yakni para siswa banyak berada di rumah,” katanya.
Ditambahkan Bahron, meski ada kendala dalam proses belajar mengajar, agenda umum pendidikan tetap berjalan biasa. Sebagai contoh rencananya pada awal Juni akan mengumumkan kelulusan tingkat SD dan SMP. “Kami juga mulai mempersiapkan untuk proses penerimaan siswa didik baru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perbaikan jalan rusak di KPI Candirejo, Semin, Gunungkidul, tahun ini hanya 230 meter dengan anggaran Rp974,6 juta.
Cek jadwal SIM Keliling Jogja Kamis, 22 Oktober 2026 di QHomemart SIM Corner JCM dan Ramai Mall, beserta syarat perpanjangan SIM A dan C.
Prakiraan cuaca DIY Kamis, 22 Oktober 2026, didominasi berawan. Simak suhu udara dan kondisi cuaca di lima kabupaten/kota.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Kamis 22 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Bandara YIA, Kamis 22 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.