Rapid Test Acak Pedagang Pasar di Jogja Dimulai, 250 Sampel Diambil

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
03 Juni 2020 18:37 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pelaksanaan Rapid Diagnostic Test (RDT) acak ke beberapa pasar tradisional telah dilaksanakan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja pada Rabu (3/6/2020). Bekerja sama dengan Tim Epidemiologi UGM, sebanyak 250 sampel dari 10 pasar tradisional di Jogja diuji menggunakan RDT.

Dari pelaksanaan RDT acak di sejumlah tradisional Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid - 19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan RDT acak berjalan lancar. "Tidak ada laporan adanya pedagang yang menolak saat hendak dites," jelas Heroe, Rabu (3/6/2020).

Adapun pengujian RDT di tiap pasar hampir seragam. Heroe menjelaskan pedagang yang terpilih sebagai sampel maka diminta untuk mendatangi puskesmas yang ditunjuk. Hanya satu pasar yang pengujiannya dilakukan di pasar. "Satu pasar itu punya fasilitas memadai untuk melakukan RDT ditempat," jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono menerangkan selain tempat yang representatif, RDT yang dilakukan langsung di pasar dikarenakan jumlah sampel yang diambil jumlahnya cukup banyak. "Selain itu, pasar tersebut dalam pelaksanaan tesnya melibatkan beberapa puskesmas, tidak satu puskesmas saja," jelasnya. Yunianto menambahkan pasar dengan jumlah pengambilan sampel yang banyak akan melakukan RDT bertahap, tidak dirampungkan dalam satu hari.

Secara spesifik pemilihan sampel sepenuhnya ditetapkan oleh Tim Epidemiologi UGM. Yunianto mengatakan apalagi kapasitas pedagang dalam satu pasar terbilang banyak, maka sampel yang diambil pun banyak. Sebaliknya apabila kapasistasnya sedikit, jumlah sampel yang diambil pun tidak banyak. "Selanjutnya sampel-sampel yang telah terpilih diberi undangan oleh Disperindag Jogja untuk mengikuti RDT sesuai waktu dan lokasi yang telah tertera pada undangan," jelasnya.

Dijelaskan Yunianto, penentuan jumlah sampel yang diambil sebanyak 250 pun keputusan dari ahli epidemiologi. "Kita hanya menyampaikan data jumlah pedagang di masing-masing pasar sekian, jumlah pasar yang terletak diperbatasan mana saja," terangnya.

Yunianto cukup terkejut dengan respons para pedagang saat diberitahukan akan dilaksanakan RDT di pasar. Di luar dugaan Yunianto, animo pedagang di pasar sangat baik, malahan banyak pedagang yang tertarik mengikuti. "Justru ada pedagang yang nanya bisa nambah enggak [kuota] RDT, ya saya jawab enggak bisa lah, saya aja enggak kebagian," kelakar Yunianto.

Sebelumnya ada kekhawatiran saat sosialisasi pelaksanaan RDT acak ini banyak pedagang akan menolak. "Ternyata saat disosialisakan banyak pedagang yang mau," ujar Yunianto.