Empat Dosen Asal Jogja Ini Jadi Peneliti Terbaik Versi Sinta

Ilustrasi penelitian. - JIBI
04 Juni 2020 11:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Empat orang dosen dari kampus swasta di Jogja menjadi peneliti terbaik dengan masuk 500 besar dalam pemeringkatan Science Technology Index (Sinta) yang dikeluarkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi. Keempatnya dosen dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta itu, dua di antaranya masuk dalam 50 besar versi Sinta.

Keempatnya adalah Tole Sutikno yang merupakan dosen Teknik Elektro berada di peringkat 11 Sinta dan Rully Charitas Indra Prahmana dosen Pendidikan Matematika di posisi 32 versi Sinta. Dua dosen lainnya adalah Suparman di peringkat 202 dan Imam Riadi di urutan 492 yang juga berasal dari UAD.

Rektor UAD Muchlas menjelaskan pemeringkatan ini berdasarkan skor Sinta dari 2017 hingga 2019. Peraih 500 peneliti terbaik versi Sinta tersebut diumumkan secara daring oleh Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia pada 28 Mei 2020. Dengan masuknya empat dosen di kampusnya dalam 500 besar menurutnya menjadi komitmen UAD memiliki misi peningkatan karya ilmiah dosen.

"Masuknya empat dosen kami menjadi peneliti terbaik versi Sinta menunjukkan eksistensi UAD di bidang sumber daya manusia, khususnya karya-karya ilmiah, ini menjadi misi kami untuk terus ditingkatkan," katanya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (4/6/2020).

Berdasarkan pemeringkatan Sinta, lanjutnya, terdapat enam dosen dari Perguruan Tinggi Swasta di Wilayah V DIY yang masuk ke dalam 500 peneliti terbaik. Dari enam tersebut empat di antaranya merupakan dosen UAD. Ia menyadari pemeringkatan di Indonesia berdasar Sinta bukan satu-satunya kualifikasi. "Tetapi ini bisa menjadi parameter seberapa besar kemampuan perguruan tinggi bergelut di bidang akademik terutama karya ilmiah," ujarnya.

Dosen yang memperoleh peringkat 32 versi Sinta, Rully Charitas mengaku tidak menyangka jika bisa masuk dalam jajaran peneliti terbaik Indonesia. Ia memulai penelitian itu secara intens sejak sepuluh tahun terakhir hingga akhirnya di 2020 namanya menjadi di urutan 32 sebagai dosen dengan penelitian terbaik versi Sinta. Ia akan terus mengembangkan penelitian yang telah ditekuni selama ini.

"Untuk sampai ke tahapan itu, saya fokus ke bidang riset yang saya sukai, ditekuni, dan dikuasai. Kemudian belajar langsung kepada para pakar untuk bidang tersebut, seperti konferensi dan terlibat dengan komunitas keilmuan. Kemudian berkolaborasi dengan kolega yang memiliki minat riset yang sama," ujarnya.