Nama AHWA Muktamar ke-35 NU Terpilih, Siapa Saja?
9 nama AHWA Muktamar ke-35 NU terpilih dari 4.703 suara. Mereka akan menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode berikutnya.
Dua pelaku bersama barang bukti 4,5 set scaffolding di Mapolsek Sleman, Selasa (9/6/2020). /Harian Jogja-Hery Setiawan
Harianjogja.com, SLEMAN – Butuh uang untuk biaya hidup, dua orang laki-laki nekat mencuri scaffolding atau besi perancah di kawasan SMP Kanisius Sleman. Pelaku menggunakan modus jasa angkut dalam menjalankan aksinya. Selasa (9/6/2020), kedua pelaku diamankan oleh petugas dari Polsek Sleman.
Kapolsek Sleman AKP Irwiantoro menerangkan kejadian bermula saat dua orang pelaku berinisial YN (33) dan ZR (26) berniat meminjam besi perancah kepada PR, saksi sekaligus petugas keamanan SMP Kanisius Sleman. Tapi, PR keberatan lantaran ia bukan orang yang bertanggungjawab atas itu. Kedua pelaku pun meninggalkan lokasi.
Namun, pelaku masih memutar otak untuk bisa mencuri besi perancah itu. YN menelpon jasa angkut, lalu memintanya mengambil besi perancah di SMP Kanisius Sleman. Pemilik jasa angkut pun langsung melenggang ke lokasi tanpa diiringi YN maupun ZR.
Sesampainya di lokasi, pihak jasa angkut ingin mengambil besi perancah itu. Di situ PR ragu. Ia tidak langsung memberi izin kepada jasa angkut. Lantas, pihak jasa angkut pun memberikan telepon kepada PR agar bisa berbicara dengan kliennya, YN. PR lalu tersambung dengan YN yang berpura-pura menjadi pemilik perancah. PR pun langsung percaya dan memperbolehkan pihak jasa angkut mengambil 4,5 set besi perancah tersebut.
Keraguan PR masih belum terjawab. Ia sempat meminta jasa angkut mengembalikan perancah itu. Namun, jasa angkut menolak dan meminta PR bicara langsung kepada kliennya. YN kembali tersambung kepada PR, lalu mengatakan bahwa perancah itu akan dikembalikan hari Senin setelahnya. Pada saat itu, PR pun percaya dan mempersilakan jasa angkut pergi.
“Sesampainya kembali di TKP, saksi bertanya kepada korban (pemilik scaffolding) tentang benar tidaknya korban menyuruh orang mengambil scaffolding. Lalu korban mengatakan kepada PR tidak menyuruh orang mengambil scaffolding,” kata Irwiantoro, Selasa (9/6/2020) kepada wartawan
Irwiantoro juga menerangkan bahwa pelaku sudah melakukan aksi serupa sebanyak lima kali. Beruntung, aksi kelima berhasil dicium petugas. Unit Reskrim Polsesk Sleman pun langung melakukan penangkapan pada Rabu malam (3/6/2020).
Petugas juga turut menyita barang bukti berupa 4,5 set perancah, sepeda motor matik, sebuah mobil jasa angkut, dan sebuah telepon genggam. Pelaku dijerat dengan Pasal 362 KUHP Pidana dengan hukuman maksimal 4 tahun penjara.
Sementara itu, YN dan ZN mengaku sengaja mencuri perancah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Perancah, memang punya nilai jual yang lumayan. Kedua pelaku bertemu dengan jasa angkut di lokasi yang telah ditentukan. Kemudian, kedua pelaku mengambil perancah itu lalu menjualnya di kawasan Jalan Imogiri Timur, Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
9 nama AHWA Muktamar ke-35 NU terpilih dari 4.703 suara. Mereka akan menentukan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU periode berikutnya.
Sebanyak 15 perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapatkan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi mahasiswa baru
Cara cek rekening penipu online sebelum transfer melalui layanan CekRekening dan Kredibel. Simak langkah serta tindakan jika sudah menjadi korban.
Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta bersama Universitas Dhyana Pura Bali menggelar Summer Camp Visual Ethnography 2026 bersama mahasiswa Jepang
Studi AVILOO terhadap lebih dari 500.000 tes mengungkap kondisi baterai 20 model mobil listrik setelah menempuh hingga 150.000 kilometer.
Daftar 10 pemain dengan market value tertinggi Super League 2026/2027. Stjepan Loncar milik Persija menjadi yang termahal dengan nilai Rp20,86 miliar.