37 SD Negeri di Kota Jogja Laksanakan PPDB Daring

Ilustrasi proses penerimaan peserta didik baru (PPDB). - Harian Jogja/Desi Suryanto
12 Juni 2020 05:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat sekolah dasar (SD) di Kota Jogja menggunakan sistem real time online (RTO) dan offline. Penggunaan sistem RTO dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kerumunan hingga berpotensi terhadap penularan Covid-19.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Jogja Dedi Budiono mengatakan jumlah SD yang menyelenggarakan PPDB SD secara real time online atau daring sebanyak 37 sekolah dasar. Untuk jalur pendaftarannya sendiri disediakan dua jalur yakni jalur reguler dan jalur afirmasi disabilitas bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

"Dasar seleksi menggunakan umur, bagi yang mengikuti PPDB dengan sistem RTO atau daring, calon pendaftar tinggal masuk ke laman https://yogya.siap-ppdb.com untuk melakukan pendaftaran online dan memasukkan nomor induk kependudukan (NIK), sedangkan bagi pendaftar dari luar kota harus upload KK," ujar Dedi, Kamis (11/6/2020).

Periode pendaftarannya dilakukan sejak tanggal 24 hingga tanggal 25 Juni 2020. Untuk sistem PPDB online, lanjut Dedi, disediakan sebanyak 37 sekolah dasar dengan kuota sebanyak 2.072. Sedangkan, total kuota PPDB SD secara total jika digabungkan SD negeri dan swasta sebanyak 7.000 siswa.

"37 sekolah dasar tersebut merupakan sekolah negeri mulai dari SD negeri Bhayangkara sampai dengan SD negeri Baciro. Sedangkan, untuk sekolah swasta seluruhnya menggunakan sistem offline," terang Dedi.

Dalam realisasinya nanti, PPDB SD yang diselenggarakan secara offline dituntut untuk tetap menggunakan protokol pencegahan penularan Covid-19. Sekolah juga diharapkan untuk mempermudah proses PPDB SD agar orang tua dapat melewati setiap prosesnya dengan seksama.

"Bagi calon pendaftar PPDB secara offline yang mendaftar ke sekolah juga melalui aplikasi perpesanan WhatsApp. Bisa juga berkunjung ke sekolah. Namun, baik sekolah dan calon pendaftar tetap memperhatikan protokol pencegahan penularan Covid-19," jelas Dedi.

Sementara itu, untuk PPDB SMP, dinas pendidikan Kota Jogja sendiri menyiapkan 16 SMP negeri untuk PPDB secara daring yang dilakukan pada tahun ini. Keenambelas SMPN tersebut ditunjuk sebagai SMP Negeri pelaksana PPDB dengan sistem RTO. Mulai dari SMPN 1 Kota Jogja sampai dengan SMPN 16 Kota Jogja.

"SMPN juga telah menyiapkan petugas sebagai verifikator. Masing-masing sekolah ada dua orang verifikator. Tugas mereka melakukan verifikasi akun calon peserta didik. Kemudian, mereka juga membantu orang tua siswa yang masih kesulitan dalam mengikuti tahapan PPDB secara daring," jelas Dedi.

PPDB SMP negeri secara daring dilakukan di tengah pandemi Covid-19 dengan maksud agar masyarakat bisa mendaftarkan anaknya dari rumah sehingga tidak perlu bepergian kemana-mana. Proses PPDB secara online tidak ada pengajuan berkas maupun pengumpulan berkas.

"Yang kami [Disdik Kota Jogja] lakukan adalah pengembangan data melalui database kependudukan. Nilai kita juga pakai database. Kemudian, afirmasi mengenai masyarakat kurang mampu juga menggunakan database. Tinggal di klik datanya sudah ada di kita semua. Jadi, tidak ada pengajuan berkas. Bahkan, tidak ada scan berkas," paparnya.

Sementara itu, pada PPDB SMP negeri di tengah pandemi Covid-19 ini dinas pendidikan kota Yogyakarta mengalokasikan kuota PPDB sebanyak 3.346 kursi dari 16 SMP negeri yang ada di Jogja.