Kereta Sudah Beroperasi, 1 Orang Ditolak Naik Sritanjung dari Lempuyangan karena Tak Bawa Hasil Rapid Test

Penumpang KA Sritanjung menggunakan face shield berangkat melalui Stasiun Lempuyangan, Jumat (12/6/2020) pagi. - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
12 Juni 2020 11:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 memberangkatkan delapan penumpang dengan Kereta Api (KA) Sritanjung melalui Stasiun Lempuyangan, Jumat (12/6/2020) pagi. Satu penumpang ditolak karena tidak memenuhi persyaratan naik KA reguler ini.

Kepala PT KAI Daop 6, Eko Purwanto, mengatakan ada delapan penumpang yang naik Sritanjung dari Stasiun Lempuyangan pada pemberangkatan pertama KA reguler setelah beberapa waktu tidak beroperasi. Jumlah penumpang tersebut masih bertambah karena ada penumpang yang naik dari Klaten dan beberapa stasiun lain. Ia juga menegaskan untuk penumpang memenuhi persyaratan pencegahan Covid-19.

“Calon penumpang harus memenuhi protokol kesehatan yang sudah diterapkan, yang naik harus sehat. Tadi ada satu yang tidak memenuhi syarat membawa surat uji tes PCR atau rapid test, dan keterangan sehat, kami suruh menunda perjalanan, dan melengkapi dulu,” ucap Kepala PT KAI Daop 6, Eko Purwanto.

Eko mengatakan protokol kesehatan diterapkan tidak hanya bagi penumpang, tetapi juga para petugas PT KAI, termasuk juga para penyewa gerai. Kewajiban itu mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak, mengecek suhu tubuh, termasuk penggunaan face shield yang telah disediakan PT KAI untuk penumpang KA jarak jauh dan protokol kesehatan lain akan selalu diterapkan menurutnya.

Salah satu penumpang KA Sritanjung, Nava Ika Salsabila yang melakukan perjalanan ke Banyuwangi mengatakan cukup banyak persyaratan yang harus dilengkapi, namun menurutnya tidak masalah untuk kesehatan. “Ribet juga sebenarnya persyaratan. Harus rapid test dari rumah sakit itu sekitar Rp300.000, tetapi merasa lebih aman juga. Kemarin-kemarin juga mencari angkutan susah soalnya,” kata Salsabila.

Penumpang lainnya, Suandi mengatakan sudah tiga bulan ini menunggu adanya angkutan untuk pulang ke Pasuruan, beroperasinya KA reguler ini menurutnya sangat membantu. “Walaupun harus banyak syarat yang dilengkapi, tetapi tidak masalah. Terpenting sehat itu saja,” ujarnya.

Secara bertahap Daop 6 mulai mengoperasikan kembali delapan perjalanan KA jarak jauh dan enam perjalanan KA lokal. Kereta Api yang dioperasikan kembali pada tahap awal ini di antaranya kereta dari dan menuju Stasiun Kiaracondong, Cirebon, Purwokerto, Kutoarjo, Wates, Jogja, Klaten, Purwosari, Solo Balapan, Sragen, Madiun, Surabaya Gubeng, Jember, Ketapang, dan berbagai stasiun lainnya sesuai jadwal perjalanan KA reguler yang beroperasi. Sementara, KA lokal dijalankan untuk menambah frekuensi perjalanan pada KA yang saat ini sudah beroperasi.