Mahasiswa Baru UGM Diminta Ikut Rapid Test

Iustrasi Universitas Gadjah Mada. - Ist/ Dok UGM
14 Juni 2020 03:27 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Menjelang masa penerimaan mahasiswa baru, Universitas Gadjah Mada (UGM) akan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi calon mahasiswa baru baik dari program DIV terapan, sarjana maupun pascasarnjana. Pemeriksaan kesehatan dilakukan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19, meski setiap mahasiswa baru sudah diminta membawa hasil rapid test masing-masing dari daerah asal.

“Para mahasiswa membawa hasil rapid test dari daerah asal, sampai di Jogja periksa di GMC sekaligus pendataan dan pemeriksaan terkait Covid 19, jika yang berasal dari zona merah atau ada indikasi medis kami arahkan untuk isolasi mandiri di asrama mahasiswa,” kata salah satu dokter dari klinik Gama Medical Center (GMC) UGM dr. Yuanita, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (12/6/2020). 

Yuanita menyebutkan, bagi mahasiswa baru UGM yang tidak memiliki indikasi terkena Covid-19, mereka tetap melakukan isoloasi mandiri selama 14 hari di indekos masing-masing dan akan dipantau daru satgas Covid-19 UGM. “Mereka yang tidak ada indikasi dapat melakukan isolasi mandiri di indekos masing-masing. Dari GMC dibantu relawan dari satgas akan melakukan pemantauan selama 14 hari,” katanya.

Isolasi mandiri ini menurut Yuanita sebagai salah satu standar protokol pencegahan covid-19 sekaligus mengikuti arahan Bupati Sleman Sri Purnomo dari surat edarannya yang meminta agar mendata dan memeriksa kesehatan mahasiswa baru yang indekos di sekitar kampus.

Idealnya seluruh mahasiswa baru akan dilakukan pemeriksaan Covid-19 lewat rapid test atau swab, namun begitu tidak semua akan dilakukan rapid test ketika datang, “Kita hanya melakukan Rapid test di GMC hanya untuk beberapa mahasiswa kurang mampu seperti penerima beasiswa bidikmisi dan mahasiswa dengan UKT 1 dan 2,” katanya.

Menurutnya, petugas medis GMC hanya melakukan pemeriksnaan secara klinis dan pemantauan selama 14 hari. Namun saat pemeriksaan menemukan ada gejala klinis atau tanda-tanda yang mengarah ke Covid, pihaknya akan memberikan pengobatan dan merujuk jika memang diperlukan. “Uji swab baru akan dilakukan jika hasil rapid test reaktif. Mekanismenya terjadwal setiap hari dengan kuota 200 peserta dengan empat dokter,” jelasnya.

Sehubungan dengan kekhawatiran pemilik kost di lingkungan sekitar kampus akan penularan covid saat menerima mahasiswa baru yang akan indekos, Yuanita menuturkan pihaknya bersama tim satgas Covid-19 UGM akan melakukan pendekatan dan sosialisasi ke pemilik indekos. “Kita tengah melakukan pendekatan ke masyarakat, termasuk untuk protokol isolasi mandiri akan disosialisasikan lebih lanjut dari tim satgas Covid-19,” ujarnya.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan untuk cegah covid bagi calon mahasiswa baru, pihak GMC juga melakukan kegiatan rutin rapid test bagi mahsiswa tingkat akhir yang akan melakukan penelitian di laboratorium. “Sementara untuk saat ini yang wajib rapid test di GMC adalah mahasiswa yang akan melakukan penelitian atau tugas akhir di Laboratorium,” pungkasnya.*