Pieter Huistra Bicara Rivalitas PSS-PSIM: Sepak Bola Itu Indah
Pieter Huistra menanggapi komitmen suporter PSS-PSIM. Ia menyebut rivalitas wajar, tetapi dukungan kepada tim lebih penting.
Ilustrasi mahasiswa/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA - Menyambut kedatangan mahasiswa yang kembali ke Jogja, diperlukan protokol kesehatan yang tegas untuk menghindari penyebaran kasus Covid-19. Hal itu dirasa perlu mengingat jumlah mahasiswa di Jogja terbilang cukup banyak.
Anggota Komisi A DPRD Kota Jogja, Triyono Hari Kuncoro mengatakan sektor pendidikan menjadi sektor yang krusial dalam penerapan normal baru. Salah satu yang menjadi sorotan Triyono adalah teknis kedatangan mahasiswa ke Jogja. Menurutnya dalam persiapan tersebut membutuhkan protokol yang ketat agar tidak menimbulkan klaster baru.
Triyono menyebutkan bukti hasil Rapid Diagnostic Test (RDT) atau hasil Swab menjadi salah satu protokol kesehatan yang kudu ditetapkan terutama bagi mahasiswa yang datang dari luar DIY. "Fasilitasi pemeriksaan bagi yang belum membawa [hasil RDT atau Swab] tentu membutuhkan persiapan yang tidak sebentar serta peralatan yang memadai," ujarnya.
Oleh karenanya menurut Triyono pemerintah dan pihak kampus harus mengantisipasi segala risiko yang akan terjadi.
Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi tak memungkiri sebagian mahasiswa sudah kembali ke Jogja untuk menyelesaikan urusan perkuliahan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang datang dari luar kota mengikuti prosedur sebagaimana pelaku perjalanan yakni membawa surat keterangan sehat hasil RDT atau pun Swab.
"Kita menerapkan mahasiswa seperti orang yang datang dari luar kota, jadi mereka harus kita monitor, kalau ada surat sehat dari daerah asal, surat Rapid Test atau Swab itu harus kita minta," tegasnya.
Heroe mengatakan meski telah mengantongi surat sehat, sesampainya di Jogja mahasiswa dari luar tetap harus memeriksakan diri di Puskesmas. "Dari sana nanti mereka kami minta untuk isolasi," ujarnya.
Ditambahkan Heroe bila sebelumnya tidak ada mekanisme membawa surat sehat dari daerah asal, sekarang diberlakukan bagi mahasiswa yang kembali ke Jogja untuk membawa surat sehat, surat hasil RDT, atau PCR.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, Hari Wahyudi mengatakan pihaknya bersama Heroe telah melakukan rapat dengan para rektor perguruan tinggi di Kota Jogja. Salah satu poin yang diusulkan adalah mengatur jadwal perkuliahan yang tidak serentak antara satu perguruan tinggi dengan perguruan tinggi lainnya.
Jumlah mahasiswa di Jogja setidaknya ada sekitar 200.000 mahasiswa, jumlah tersebut kurang lebih separuh dari jumlah warga Jogja. Menurut Hari, bila perkuliahannya dilakukan serentak pihaknya mengaku kesulitan untuk melakukan isolasi mandiri. Hari berharap gedung universitas bisa disediakan untuk isolasi mandiri bila mahasiswanya kembali datang ke Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pieter Huistra menanggapi komitmen suporter PSS-PSIM. Ia menyebut rivalitas wajar, tetapi dukungan kepada tim lebih penting.
PSEL Bogor Raya menargetkan listrik 20 MW–30 MW dari 1.500 ton sampah per hari, sekaligus menangani timbunan lama TPAS Galuga.
Pemerintah menargetkan kontrak Giant Sea Wall Pantura sepanjang 575 km mulai dibagi pada awal 2027 untuk melindungi pesisir Jawa.
Penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga Agustus 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari PPN PMSE.
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Batu sengaja diletakkan di rel Tulungagung hingga mengganggu dua perjalanan kereta. KAI mengingatkan ancaman pidana maksimal 15 tahun.