Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot yang Bisa Tersenyum dengan Kulit Hidup di Wajahnya
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Foto ilustrasi: Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan cepat (rapid test) COVID-19 di kawasan Masjid Menara Kudus, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/5/2020). /ANTARA FOTO-Yusuf Nugroho
Harianjogja.com, SLEMAN-- Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman, Wisnu Murti Yani mengatakan minat masyarakat Sleman untuk rapid test sebenarnya tinggi.
Namun, jika harus dilakukan secara mandiri, kebanyakan masyarakat enggan dan memilih menunggu jadwal RDT massal oleh pemerintah.
Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Sleman telah menetapkan tarif rapid diagnostic test (RDT) mandiri lewat Perbup No. 26.2/2020 tentang Perubahan atas Perbup No. 29.1/2019 tentang Tarif Pelayanan Kesehatan pada Puskesmas yakni sebesar Rp210.000.
Baca juga: Jujur Banget, Kaesang Promosikan Sang Pisang: Berkat Kalian yang Sudah Beli, Aku Kaya
"Biasanya mereka menunggu RDT program yang dilakukan massal. Kalau ada RDT massal, daftar semua, minatnya besar, jadi pada nunggu pemerintah. Padahal pemerintah kalau harus mencukupi semuanya belum mampu," ujar Wisnu, Minggu (28/6/2020).
Tarif RDT mandiri yang dinilai mahal ini disebutnya lantaran produk impor. Padahal, kebutuhan rapid test semakin besar, terlebih saat ini mendekati tahun ajaran baru dan tes masuk perguruan tinggi.
Baca juga: Pengacara Ungkap Kondisi Dwi Sasono Jalan Rehabilitasi Narkoba
Meski Pemkab Sleman sudah mengatur untuk mahasiswa dan calon mahasiswa yang akan masuk ke Sleman harus membawa hasil rapid test non reaktif, namun Wisnu menyebut Pemkab Sleman tetap mempersiapkan RDT kit untuk pelaku perjalanan yang masuk ke Sleman.
"Harusnya dari tempat asal tesnya, tapi karena suatu alasan belum membawa karena tidak tahu atau dari asalnya belum ada layanan RDT, maka Sleman menyediakan [layanan RDT mandiri]," terangnya.
Untuk itu, ia antusias jika ada RDT kit hasil produksi dalam negeri karena tarifnya pasti lebih terjangkau. Saat ini, Pemkab Sleman tengah menguji coba RDT lokal bernama RI-GHA buatan UGM di Puskesmas Mlati 2 beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ilmuwan Jepang membuat wajah robot yang bisa tersenyum karena wajahnya menyalin struktur jaringan kulit manusia.
Kenali jenis lampu emergency untuk rumah, kantor, hingga area industri, mulai rechargeable, smart LED, hingga tenaga surya.
Harga cabai rawit merah tembus Rp73.500 per kg. PIHPS juga mencatat harga telur ayam, beras, bawang, dan minyak goreng masih tinggi.
Iran mendesak AS mencabut sanksi dan membebaskan aset yang dibekukan di tengah ketegangan kawasan serta konflik Selat Hormuz.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.