Kasus Covid-19 di DIY Hari Ini Bertambah Sembilan, Pasien Meninggal Bertambah

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
15 Juli 2020 16:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Gugus Tugas Penanganan Covid-19 mengumumkan sembilan penambahan kasus positif pada Rabu (15/7/2020). Empat di antaranya memiliki Riwayat perjalanan luar daerah. Sementara sebanyak lima kasus dinyatakan sembuh dan satu kasus positif dilaporkan meninggal.

Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menjelaskan penambahan kasus meliputi Kasus 391, perempuan 30 tahun warga Sleman; Kasus 392, perempuan 40 tahun warga Bantul; Kasus 393, prempuan 42 tahun warga Bantul;

Kemudian Kasus 394, laki-laki 27 tahun warga Bantul; Kasus 395, laki-laki 77 tahun warga Kota Jogja; Kasus 396, laki-laki 36 tahun warga Bantul; Kasus 397, perempuan 32 tahun warga Kulonprogo; Kasus 398, laki-laki satu tahun warga Kulonprogo; dan Kasus 399, laki-laki 26 tahun warga Kulonprogo.

“Kasus 391 riwayat perjalanan dari Madura, Kasus 392 hasil rapid test massal di pasar di Bantul, Kasus 393 hasil skrining Dinas Kesehatan Bantul, Riwayat perjalanan dari Solo, kasus 394 hasil skrining Dinas Kesehatan Bantul, Kasus 395 riwayat perjalanan dari Palembang, kasus 396 riwayat perjalanan dari Sulawesi, kasus 397, 398 dan 399 hasil tracing kontak kasus 369,” ujarnya.

Laporan ini berdasarkan pemeriksaan pada 470 sampel dari 407 orang. Adapun kasus positif meninggal yakni Kasus 325, perempuan 61 tahun warga Sleman, dengan penyakit komorbid remathoid atritis atau radang sendi rematik.

Kemudian kasus dinyatakan sembuh meliputi Kasus 330, perempuan 60 tahun warga Bantul; Kasus 361, perempuan 43 tahun warga Kota Jogja; Kasus 295, laki-laki 78 tahun warga Sleman; kasus 344, perempuan 49 tahun warga Bantul; dan Kasus 343, perempuan 52 tahun warga Bantul.

Dengan penambahan ini maka total kasus positif DIY menjadi sebanyak 396 kasus, dengan 309 kasus telah sembuh dan 11 kasus meninggal.

Terkait penggantian istilah oleh Kementerian Kesehatan pada orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang tanpa gejala (OTG), pihaknya belum menerapkan dan masih menggunakan istilah semula. “[Penerapannya] setelah sosialisasi dari kementerian Kesehatan,” ujarnya.