46 Persen Perpustakaan Kalurahan Bantul Mati Suri, Ini Arahan Bupati
Sebanyak 46 persen perpustakaan kalurahan di Bantul dinyatakan tidak aktif. Bupati Halim instruksikan lima langkah strategis penguatan literasi desa.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL - Satreskrim Polres Bantul menangkap seorang warga Sumberagung, Jetis, Bantul, berinisial ETM, 24. Pria yang sehari-harinya sebagai penjaga malam di salah satu kantor instansi Pemkab Bantul itu diduga telah mencuri laptop dan telepon selular di tempatnya bekerja.
Bahkan aksi pencurian itu dilakukan lebih dari sekali.
Kasat Reskrim polres Bantul, AKP Ngadi mengatakan aksi pencurian pertama dilakukan pada Kamis (2/7/2020) malam, sekira pukul 22.30 WIB. Saat itu, pelaku menyelinap masuk ke salah satu ruangan kantor dan memgambil telepon selular.
Keesokan harinya, Jumat (3/7/2020) malam, pelaku kembali masuk di ruangan yang lain namun masih di kantor yang sama dan mengambil laptop. "Pada Minggu (5/7/2020) pagi, sekira pukul 08.00, pelaku mengulangi perbuatannya. Ia masuk ke salah satu ruangan di kantor dan kembali mengambil laptop," kata Ngadi.
Ngadi mengatakan aksi pelaku terungkap berdasarkan keterangan saksi-saksi dan bukti rekaman kamera pengintai atau CCTV yang ada di kantor tempat pelaku bekerja. Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencarian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 46 persen perpustakaan kalurahan di Bantul dinyatakan tidak aktif. Bupati Halim instruksikan lima langkah strategis penguatan literasi desa.
Threads kini punya fitur stiker musik dari Meta, memungkinkan pengguna berbagi lagu langsung di postingan untuk saingi TikTok.
Libur panjang dongkrak wisata Bantul, 17 ribu wisatawan datang dan PAD tembus Rp350 juta dari sektor retribusi wisata.
Ledakan gudang bahan peledak di Shan, Myanmar, menewaskan 55 orang dan melukai lebih dari 70 warga. Lebih dari 100 rumah rusak.
Marco Bezzecchi menjuarai MotoGP Italia 2026 di Mugello dan mengaku menghadapi tekanan besar dari publik tuan rumah.
Dukcapil Bantul menggandeng gereja untuk mempercepat penerbitan akta perkawinan, KK, dan KTP baru bagi pengantin non-muslim pada hari pernikahan.