OJK Catat 42 Multifinance Alami Kredit Macet di Atas 5 Persen
OJK mencatat 42 perusahaan multifinance memiliki NPF bruto di atas 5% pada Juli 2026, naik dari 38 perusahaan pada Juni.
Anggota Komisi VI DPR F-Nasdem, Subardi. /Ist-dok
Harianjogja.com, BANTUL--Partai Nasdem resmi menentukan pilihan di Pilkada Bantul tahun ini.
Menjelang Pilkada Bantul 2020 yang kian mendekat, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) akhirnya secara resmi menyerahkan surat rekomendasi untuk menyatakan dukungan kepada pasangan calon Suharsono dan Totok Sudarto (Noto).
Ketua DPW Partai Nasdem DIY, Subardi yang hadir langsung dalam penyerahan itu mengatakan bahwa pilihan Nasdem mendukung paslon Noto itu sudah berdasarkan survey yang dilakukan dua kali dari tahun lalu.
Menurutnya survey itu mencerminkan keinginan masyarakat Bantul yang masih membutuhkan sosok Suharsono sebagai bupati dan wakil barunya Totok Sudarto.
BACA JUGA: Objek Wisata Makin Ramai, Wisatawan Non-DIY Mendominasi
"Sudah dua kali kita adakan survei, pada September 2019 dan Februari tahun 2020. Semua atas biaya sendiri, dan hasilnya memang masyarakat masih menginkan Suharsono untuk memimpin," kata pria yang kerap disapa Mbah Bardi tersebut, kepada awak media, Selasa (18/8/2020).
Penyerahan surat rekomendasi itu dilakukan langsung oleh Totok Sudarto di Sanggar Budaya Grahatama, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Dalam kesempatan itu pula Mbah Bardi menyatakan tidak adanya keraguan Nasdem untuk memberikan dukungan kepada paslon Noto.
Menurut Mbah Bardi, keputusan Nasdem dalam menentukan dukungan di Pilkada Bantul ini dilakukan atas dasar pertimbangan yang matang. Hal itu tentunya dikuatkan lagi dengan keinginan warga Bantul yang telah disampaikan melalui survei tadi.
"Tidak ada nego-nego atau bahkan mahar. Saya sendiri yang langsung ambil surat rekomendasi ini, tidak ada itu istilahnya uang ongkos," tegasnya.
Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Ketua Tim Pemenangan Posko Suharsono - Totok Sudarto, Arif Iskandar mengatakan, hingga saat ini paslon Noto sudah resmi diusung oleh enam partai politik.
Hal itu dipastikan setelah deklarasi parpol pengusung yang dilakukan pada Minggu (16/8/2020) lalu. Parpol tersebut di antaranya, Gerindra, Nasdem, Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB).
"Jadi total ada 21 kursi, untuk surat rekomendasi partai-partai tersebut tidak ada masalah," ungkap Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
OJK mencatat 42 perusahaan multifinance memiliki NPF bruto di atas 5% pada Juli 2026, naik dari 38 perusahaan pada Juni.
PSEL Bogor Raya menargetkan listrik 20 MW–30 MW dari 1.500 ton sampah per hari, sekaligus menangani timbunan lama TPAS Galuga.
Pemerintah menargetkan kontrak Giant Sea Wall Pantura sepanjang 575 km mulai dibagi pada awal 2027 untuk melindungi pesisir Jawa.
Penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp57,23 triliun hingga Agustus 2026, dengan kontribusi terbesar berasal dari PPN PMSE.
Bandara Ahmad Yani Semarang memanfaatkan PLTS 100 kWp. Selama Januari-Juni, panel surya menghasilkan 63.800 kWh untuk kebutuhan listrik.
Batu sengaja diletakkan di rel Tulungagung hingga mengganggu dua perjalanan kereta. KAI mengingatkan ancaman pidana maksimal 15 tahun.