Ini Daftar Kecamatan di DIY yang Diperkirakan Dilanda Angin Kencang Menurut BMKG

Ilustrasi angin kencang. - JIBI
21 Agustus 2020 21:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY menjelaskan penyebab angin kencang yang melanda Sleman pada Jumat (21/8/2020).

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Staklim DIY Reni Kraningtyas menyatakan jika berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, terdapat perbedaan tekanan udara tinggi di sebelah barat Australia yakni berada di 1024 mb dengan tekanan udara rendah di sebelah barat perairan Sumatera yang berada di 1010 mb.

"Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan kecepatan angin di wilayah DIY," ujar Reni, Jumat (21/8/2020).

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG Stasiun Klimatologi Sleman memprakirakan adanya potensi angin kencang di wilayah DIY pada tanggal 21-22 Agustus 2020.

Di wilayah Sleman diantaranya di kecamatan Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Kalasan, Minggir, Seyegan, Godean, Mlati, Gamping, Depok, Berbah, Prambanan.

Kemudian, wilayah Kulonprogo diantaranya Girimulyo, Nanggulan, Samigaluh, Kalibawang, Sentolo, Kokap, Pengasih. Tidak luput juga di wilayah Jogja dan Bantul yakni di kecamatan Sedayu, Kasihan, Sewon, Pajangan, Bantul, Pleret, Piyungan, Jetis, Imogiri, Dlingo, Pandak, Bambanglipuro.

"Sedangkan, di wilayah Gunungkidul yakni di kecamatan Gedangsari, Ngawen, Semin, Nglipar, Playen, Patuk, Paliyan, Semanu, Karangmojo, Tepus, Rongkop, Ponjong, Wonosari," imbuhnya.

Atas potensi angin kencang tersebut, BMKG Stasiun Klimatologi Sleman mengimbau kepada masyarakat tetap waspada terhadap angin kencang dengan kecepatan 40 - 49 km/jam yang dapat berdampak menyebabkan seng atap rumah beterbangan, dahan pohon patah, dan robohnya sejumlah baliho, pohon, atau tiang.

Angin kencang sebelumnya menyebabkan seorang warga Pakem, Sleman terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena rumahnya tertimpa pohon tumbang.