LOMBA DESAIN LOGO: Sudah Lampaui Target, BOB Masih Menunggu Karya Terbaik

Lomba desain logo BOB. / Ist
31 Agustus 2020 10:27 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Lomba Desain Logo Badan Otorita Borobudur (BOB) disambut dengan antusiasme yang tinggi dari publik. Kendati jumlah peserta maupun karya sudah melampaui target, satuan kerja di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu masih memanggil para desainer grafis agar mengirimkan karya terbaik mereka.

“Antusiasme  kepesertaan tinggi. Desain logo yang disubmit kepada panitia juga banyak yang sangat kreatif,” kata Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Indah Juanita, Senin (31/8/2020).

BACA JUGA : BOB Gelar Lomba Desain Logo Berhadiah Puluhan Juta Rupiah

Berdasarkan laporan yang diterima Indah dari Panitia Penyelenggara Lomba Desain Logo BOB, sejak dibuka pada 17 Agustus 2020 lalu hingga Minggu (30/8/2020) malam, sudah ada 550 lebih karya dengan jumlah peserta lebih dari 450 orang.  BOB semula menargetkan hanya 300 peserta.

Peserta lomba berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, dan terdiri dari beragam usia. Bahkan terdapat peserta belum genap berusia 17 tahun sehingga harus melampirkan Kartu Keluarga untuk bisa mengikuti lomba.

Sebanyak 33 karya didiskualifikasi karena tidak memenuhi syarat, salah satunya belum follow akun Instagram @boborobudur saat submit karya.  Follow akun Instagram resmi BOB menjadi salah satu syarat kepesertaan.

“Jangan lupa follow Instagram BOB dulu, baru daftar dan submit karya. Jangan sampai terdiskualifikasi hanya karena belum follow Instagram kami,” kata Direktur Pemasaran Wisata BOB, Agus Rochiyardi.

BACA JUGA : Harian Jogja Gelar Lomba Desain Masker Berhadiah Jutaan 

Sesuai jadwal yang ditentukan panitia, kata Agus, BOB masih memberi memberi kesempatan kepada desainer kreatif untuk turut menyumbangkan karya terbaik mereka dalam lomba ini hingga 6 September 2020 mendatang.

Agus Rochiyardi berharap para desainer nasional bisa mengirimkan karya terbaik mereka sehingga bisa didapatkan logo karya anak bangsa yang nantinya menjadi bagian dari identitas kelembagaan BOB.

Lomba desain logo BOB berhadiah total lebih dari Rp37 juta. Metode sayembara dalam mendapatkan logo lembaga dipilih agar bisa didapatkan desain terbaik sekaligus sebagai upaya BOB mendekatkan diri kepada publik.

Selama ini, kata Agus, masih banyak masyarakat belum mengenal BOB, dan sering kali menganggapnya sebagai institusi yang mengelola kawasan wisata Candi Borobudur. Padahal BOB bukan pengelola Candi Borobudur.

BACA JUGA : BOB Kampanye Gerakan BISA di Destinasi Wisata Jawa 

Institusi ini memiliki dua tugas yakni tugas otoritatif dan tugas koordinatif. Tugas otoritatif mencakup pengelolaan lahan seluas 309 hektare di perbukitan Menoreh, Purworejo, Jawa Tengah, sedangkan tugas koordinatif  mengoordinasikan pengembangan kawasan wisata yang wilayahnya mencakup tiga Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) yakni Yogyakarta-Borobudur dan sekitarnya, Solo-Sangiran dan sekitarnya, serta Semarang-Karimunjawa dan sekitarnya.

Semua syarat dan ketentuan lomba bisa disimak lebih detail melalui laman www.lombalogobob.com. Website tersebut sekaligus menjadi portal single submission untuk pendaftaran dan pengiriman karya peserta lomba.