Advertisement

Buntut Pedagang Positif Corona, Pasar Cebongan Ditutup Sementara

Newswire
Senin, 14 September 2020 - 17:57 WIB
Bhekti Suryani
Buntut Pedagang Positif Corona, Pasar Cebongan Ditutup Sementara Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN--Buntut adanya pedagang yang terinfeksi Covid-19, Pasar Cebongan, Sleman ditutup sementara.

Pasar Cebongan, Kapanewon Mlati resmi ditutup tiga hari, mulai Selasa (15/9/2020) hingga Kamis (17/9/2020). Langkah ini diambil karena tracing sudah dilakukan lebih dari satu blok pasar.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Sekda Sleman, Harda Kiswaya mengatakan, sebelumnya Pemkab memiliki prinsip, bila tracing hanya dilakukan pada satu blok maka pasar tetap buka.

"Penutupan pasar bukanlah hal mudah yang dilakukan, karena dikhawatirkan masyarakat akan takut kembali lagi ke pasar, jika penutupan sudah dilakukan," ujarnya, ditemui di Ruang Praja II, Kompleks Pemkab Sleman, Senin (14/9/2020).

Meskipun protokol kesehatan di pasar sudah dilakukan secara ketat, Pemkab tidak bisa memonitor mobilitas pedagang secara menyeluruh. Mengingat baik orang mau barang dagangan yang ada di Sleman juga banyak berasal dari luar Sleman, mulai dari Magelang hingga wilayah pantai utara.

Sementara itu, dimintai konfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan, kasus COVID-19 dimulai dari adanya 1 pedagang dan 1 penjaga MCK (sekaligus pedagang minuman) yang dinyatakan positif COVID-19 di Pasar Cebongan.

Dinkes Sleman selanjutnya sudah melakukan tracing kepada kurang lebih 100 orang, baik lewat tes usap maupun rapid test terhadap pedagang dan keluarga pedagang.

Dari hasil tracing itu, ada penambahan 12 positif COVID-19 setelah sebelumnya ditemukan ada 7 yang positif.

"Saat ini tracing masih dilakukan, dikembangkan dari kasus-kasus positif pedagang dan keluarga. Sebagian besar yang ketularan adalah keluarga," ucapnya, di Kantor Dinkes Sleman.

Ia mengungkapkan, bagi pihak-pihak yang kontak erat, sudah dilakukan karantina mandiri untuk diperiksa lebih lanjut.

"Untuk yang positif, dirawat di rumah sakit dan lainnya di Asrama Haji," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Suara.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Catat! Ini Jadwal Rencana Perjalanan Haji 2023 yang Dirilis Kemenag

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 12:27 WIB

Advertisement

alt

Ikuti Post-tour ATF, Banyak Peserta Terkesan dengan Objek Wisata DIY

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 10:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement