Diduga Rem Blong, Truk Hantam Angkringan di Gunungkidul, 1 Orang Tewas

Ilustrasi. - Freepik
18 Oktober 2020 12:27 WIB Newswire Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Kecelakaan di wilayah kabupaten Gunungkidul kembali menelan korban jiwa, Sabtu (17/10/2020). Kali ini, sebuah truk menghantam warung angkringan dan terjun ke jurang sedalam 10 meter.

Truk Isuzu dengan nomor polisi DK 8631 B yang dikemudikan oleh Suherman, 40, warga Pakusari Kabupaten Jember Jawa Timur diduga mengalami rem blong saat menuruni jalan curam di tanjakan Bundelan Kalurahan Tancep Kapanewon Ngawen Gunungkidul, Sabtu (17/10/2020) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Kanit Lantas Polres Gunungkidul Iptu Sony juniawan mengatakan kecelakaan tersebut bermula ketika sebuah truk bermuatan pupuk organik melaju dari arah Gunungkidul menuju ke Bayat Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Diduga sopir truk tak menguasai medan sementara kendaraan semakin cepat ketika berada ditanjakan Bundelan.

"Laju truk semakin tak terkendali kemungkinan juga karena rem blong," ujar Soni, Sabtu (18/10/2020) malam.

Baca Juga: Kenali Gejala dan Penyebab Sariawan pada Anak

Sopir truk berusaha membanting laju kendaraan ke kanan dan menabrak sebuah sepeda motor dengan nomor polisi B 38 37 QN yang sedang terparkir. Laju truk semakin tak terkendali dan menabrak sebuah warung angkringan di mana di dalamnya ada seorang pembeli.

Usai menabrak warung angkringan tersebut laju truk belum juga berhenti dan masuk ke dalam jurang sedalam 10 meter. Sontak kejadian tersebut menarik perhatian warga dan warga berusaha berbondong-bondong melakukan pertolongan kepada para korban

"Ada lima korban dalam peristiwa kecelakaan tersebut mereka kita larikan ke Rumah Sakit Islam di Klaten," tambahnya.

Pembeli di warung angkringan tersebut atas nama Supardi, 65, mengalami luka yang serius. Sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit namun nyawa korban tak berhasil diselamatkan oleh tim medis yang menanganinya. Supardi merupakan warga setempat yang kebetulan jajan di angkringan tersebut.

Pedagang angkringan Suprayitno, 46, warga Bundelan mengalami luka sobek pada bagian dagu dan lecet-lecet. Anak Suprayitno yang masih berumur lima tahun juga menjadi korban namun hanya mengalami luka patah jari dan kepala sebelah kiri.

Baca Juga: Kulonprogo Tambah 5 Pasien Positif Covid-19, Semua Pelaku Perjalanan

Para korban yang luka tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Sony mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang melalui tanjakan Bundelan harus ekstra waspada. Kendaraan yang digunakan harus benar-benar fit karena tanjakan tersebut dikenal cukup curam.

"Biasanya kalau mengandalkan google map, warga luar daerah sering dilewatkan Bundelan," terangnya.

Sumber : suara.com