Pembukaan Pelatihan 3 In 1 Dilakukan Serentak di 7 BDI

Pelatihan 3 in 1 serentak di 7 Balai Diklat Industri (BDI)/Ist
22 Oktober 2020 15:52 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Untuk mendorong pertumbuhan industri nasional, terdapat tiga pilar utama yang harus menjadi perhatian, yaitu investasi, teknologi, dan Sumber Daya Manusia (SDM). Dari ketiga komponen tersebut, potensi besar bagi Indonesia adalah ketersediaan SDM yang kompeten.

“SDM yang kompeten dan profesional akan menjadi kunci keberhasilan dari sebuah organisasi. Sesuai arahan Bapak Presiden bahwa pembangunan nasional saat ini difokuskan pada pembangunan SDM yang berkualitas, sehingga perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwiwahjono ketika membuka pelatihan 3 in 1 serentak di 7 Balai Diklat Industri (BDI) secara virtual Kamis (22/10/2020).

Untuk itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Pelatihan 3 in 1 Berbasis Kompetensi sebagai wujud nyata peran serta pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja industri kompeten sesuai kebutuhan industri, sekaligus upaya untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan daya serap tenaga kerja di masa pandemi Covid-19.

Ia menjelaskan, era revolusi industri 4.0 yang saat ini telah dialami, membuka kesempatan bagi sumber daya manusia (SDM) di berbagai sektor industri untuk memiliki keahlian yang sesuai dengan perkembangan teknologi.

“Untuk itu, diperlukan adanya pembekalan keterampilan dasar, peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (reskilling) bagi para tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan dunia industri saat ini,” paparnya.

Pelatihan dengan sistem 3 in 1 ini telah dirintis Kementerian Perindustrian sejak 2016 dan telah menghasilkan ratusan ribu tenaga kerja yang terserap bekerja pada berbagai sektor industri manufaktur. Bahkan sejumlah alumni pelatihan saat ini ada yang bekerja pada industri manufaktur di Jepang atau turut andil dalam membangun dan membesarkan industri kecil dan menengah,” tuturnya.

“Pelaksanaan pelatihan 3 in 1 yang pembukaannya dilaksanakan ini sangat spesial karena dilakukan secara serentak oleh 7 [tujuh] Balai Diklat Industri dan diikuti oleh berbagai sektor industri dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia. Dan ini merupakan kali ketiga di tahun ini kami melaksanakan pembukaan pelatihan 3 in 1 secara serentak, yaitu sebelumnya dilaksanakan 25 Agustus 2020 dan 10 September 2020 yang diikuti oleh seluruh BDI di lingkungan Kementerian Perindustrian,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko S.A. Cahyanto, di Jakarta, Kamis.

Perusahaan industri yang menjadi lokasi pelatihan dipastikan telah memiliki Izin Operasional Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI). Peserta juga diwajibkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, baik pada saat pelatihan maupun di luar pelatihan. Penerapan protokol kesehatan dipantau hingga berakhirnya pelatihan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko S.A. Cahyanto menyampaikan bahwa penyelenggaraan pelatihan 3 in 1 saat ini diikuti sebanyak 1602 orang peserta dengan berbagai jenis pelatihan, terdiri dari BDI Medan sebanyak 190 orang untuk pelatihan operator mesin dan peralatan produksi pabrik kelapa sawit dan operator produksi olahan makanan dan keamanan pangan, BDI Padang sebanyak 130 orang untuk pelatihan pembuatan hiasan busana dengan mesin border manual dan pembuatan hiasan busana dengan alat jahit tangan, BDI Jakarta sebanyak 250 orang untuk pelatihan operator garmen dan batik, BDI Jogja sebanyak 444 orang untuk pelatihan jahit upper alas kaki dan assembling alas kaki, BDI Surabaya sebanyak 251 orang untuk pelatihan operator, supervisor dan quality control garmen serta fiber optik, BDI Denpasar sebanyak 117 orang untuk pelatihan animasi dan BDI Makassar sebanyak 220 orang untuk pelatihan desain kemasan produk pangan dan aneka olahan berbasis rumput laut.

“Tujuan dari pelaksanaan pelatihan ini adalah untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan serta sikap kerja calon tenaga kerja yang akan bekerja dan menyiapkan tenaga kompeten serta memiliki daya saing”, ungkapnya.

Disampaikan pula, sebagai tindak lanjut atas kegiatan pelatihan dimaksud, BPSDMI juga telah melakukan kunjungan ke industri untuk memonitor dan mengevaluasi efektivitas kegiatan pelatihan yang dilaksanakan di industri, mitra Balai Diklat Industri Yogyakarta, yakni ke PT. Sumber Masanda Jaya dan PT. Tah Sung Hung, untuk diklat alas kaki yang keduanya berlokasi di Brebes, Jawa Tengah, ke PT. Nokha Internasional Group untuk diklat alas kaki yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. (*)