Ingin Liburan ke Jogja? Wali Kota: Bawa Surat Sehat dan Patuhi 3M

Ingat Pesan Ibu, Jangan Lupa Pakai Masker. - Antara
25 Oktober 2020 16:27 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Wisatawan yang akan menghabiskan masa libur panjang akhir Oktober di Kota Jogja harus dalam kondisi sehat. Hal itu ditunjukkan dengan membawa identitas kesehatan sebagai upaya mengantisipasi munculnya klaster penularan Covid-19 di masa liburan.

“Silahkan berkunjung ke Yogyakarta, tetapi pastikan bahwa anda dalam kondisi yang sehat. Identitas kesehatan juga perlu dibawa supaya tidak terjadi klaster penularan dari libur panjang,” kata Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti di Jogja, Minggu (25/10/2020).

Identitas kesehatan yang dimaksud adalah surat hasil rapid test yang menunjukkan hasil nonreaktif atau uji swab yang menunjukkan hasil negatif.

Menurut dia, pelaku usaha jasa pariwisata seperti hotel akan meminta wisatawan untuk menunjukkan surat identitas kesehatan tersebut sebelum melakukan check-in untuk menginap, atau ditunjukkan di tempat berkunjung.

“Dan yang harus selalu dilakukan adalah menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Kami pun bekerja sama dengan kepolisian dan TNI akan rutin melakukan patroli bersama untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan,” katanya.

Masyarakat atau wisatawan yang kedapatan tidak menerapkan protokol kesehatan khususnya memakai masker, bisa dikenai sanksi teguran, sanksi kerja sosial atau sanksi denda Rp100.000, sedangkan tempat usaha akan dikenai sanksi penutupan.

Sementara itu, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jogja Heroe Poerwadi mengatakan identitas kesehatan tersebut sangat penting untuk memberikan perlindungan kepada teman atau keluarga yang berlibur bersama serta orang lain yang juga mengunjungi tempat wisata.

“Untuk memberikan perlindungan ini, maka dibutuhkan pemeriksaan kesehatan, baik rapid test atau uji swab sehingga perjalanan wisata pun aman dan nyaman,” katanya.

Selain penerapan protokol kesehatan untuk wisatawan, sejumlah tempat wisata di Kota Jogja juga sudah menerapkan protokol kesehatan ketat yang dibuktikan dengan surat verifikasi protokol kesehatan dari Dinas Pariwisat setempat.

Wisatawan dianjurkan memilih tempat menginap, destinasi wisata, dan tempat makan yang sudah menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan ketat.

Di tiap hotel, restoran, kafe, dan destinasi wisata serta layanan umum lainnya di Kota Jogja sudah diwajibkan memiliki tim atau Satgas Covid-19 guna memastikan protokol kesehatan dapat dijalankan secara baik.

“Juga ada QR Code. Bagi wisatawan, diwajibkan memindai QR Code ini dan mengisi data yang diminta. Ini untuk memudahkan dalam proses tracing apabila di tempat wisata tersebut muncul paparan Covid-19,” katanya.

Pengelola Usaha Disiplin

Ia pun meminta pengelola usaha jasa pariwisata untuk disiplin menerapkan pembatasan jumlah pengunjung guna memastikan agar protokol jaga jarak tetap dapat dipenuhi.

Salah satu contohnya di kawasan wisata Malioboro. Di kawasan tersebut sudah terbagi dalam lima zona dan tiap zona memiliki kapasitas maksimal 500 pengunjung dalam sekali waktu. Wisatawan pun diminta memindai QR Code yang sudah disiapkan sehingga pemantauan jumlah wisatawan di tiap zona bisa dilakukan dengan maksimal.

Sumber : Antara