WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji. /Ist-Dok Humas Pemda DIY
Harianjogja.com, JOGJA- Penambahan kasus positif Covid-19 DIY kembali pecah rekor. Gugus Tugas penanganan Covid-19 DIY mengumumkan 168 penambahan kasus positif pada Kamis (5/11/2020). Dengan penambahan ini, total kasus positif DIY tembus 4.000 kasus.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan tingginya penambahan kasus harian ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih menjaga diri dari covid-19. “Angka ini adalah tertinggi selama ini di DIY,” katanya, Kamis (5/11/2020).
Secara khusus ia mengingatkan lembaga yang mengelola banyak orang seperti pondok pesantren, lembaga pendidikan dan lainnya yang sudah mulai beraktivitas agar lebih hati-hati agar tidak terjadi penyebaran Covid-19.
Baca juga: Operasi Progo, Polisi Gunungkidul Bagikan Masker
“Dari sekian yang confirmasi positif memang sebagian besar tidak ada tanda-tanda sakit. Ini justru harus jadi lebih hati-hati karena kita tidak tahu seseorang menjadi sumber penularan atau tidak karena tidak nampak sakit,” ungkapnya.
Karena tidak bergejala, sebagian besar dari penambahan kasus ini tidak masuk di rumah sakit rujukan sehingga karantina mandiri di Lembaga atau rumah masing-masing. Ia berharap kasus baru ini dapat segera tertangani dengan pendampingan Dinas Kesehatan setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Kasus Little Aresha memasuki babak baru setelah Polresta Jogja menambah pasal UU Sisdiknas dan memeriksa 152 saksi.
Sekolah Rakyat Prabowo resmi beroperasi di 166 lokasi. Sebanyak 15.945 siswa menikmati pendidikan gratis berbasis asrama.
Program MBG menyerap 1,28 juta pekerja dan melibatkan ribuan UMKM serta koperasi dalam rantai pasok pangan nasional.
Pemerintah menambah kuota Magang Nasional 2026 menjadi 150 ribu peserta. Batch I ditargetkan mulai berjalan Juli 2026.
Peminat SNBT UGM 2026 mencapai 84.637 peserta. Sekolah Vokasi, Fakultas Teknik, dan Fisipol jadi fakultas paling diminati.