Dinas Pertanian dan Pangan Jogja Gelar Kontes Tanaman Hias

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi (dua kanan) mencermati tanaman hias yang dilombakan dalam kontes yang digelar Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja di Plaza XT Square, Minggu (8 - 11). (ist)
09 November 2020 15:57 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja menggali potensi petani dengan menggelar kontes tanaman hias. Kontes ini dikhususkan untuk jenis aglonema dan anggrek.

Kontes tanaman hias di Kota Jogja selalu ramai peminat. Terlebih sejak masa pandemi Covid-19 Maret 2020 lalu diterapkan protokol kesehatan ketat, nyaris tidak ada lagi acara kontes yang menjadi ajang silaturahmi dan bertukar pengetahuan di antara pecinta tanaman.

Tak heran ketika Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta mengadakan acara Kontes Tanaman Hias Aglonema dan Anggrek 2020, di Plaza XT Square, Minggu (8/11) peminatnya meluber. Dari target 200 pot anggrek dan aglonema, panitia akhirnya menerima sekitar 250 pot.

Bahkan panitia masih menolak peserta karena kapasitas tempat yang tersedia tidak mencukupi. Kontes ini pun diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Semua pengunjung dan peserta, serta panitia harus mengikuti standar protokol yang sudah disiapkan. Yakni dengan pengukuran suhu tubuh, memakai masker, cuci tangan dan wajib jaga jarak.

Kontes Tanaman Hias yang digelar Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja bertujuan untuk menggali potensi petani serta pecinta tanaman hias aglaonema dan anggrek di Kota Jogja, dan lebih luas lagi di DIY.

"Kontes ini diharapkan menjadi wahana promosi-prestasi bagi petani atapun pecinta aglaonema dan anggrek di DIY, khususnya petani binaan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, sekaligus edukasi bagi masyarakat agar lebih mengetahui dan mengenal tanaman hias aglaonema dan anggrek tentang bagaimana budidaya, pemeliharaan sampai dengan peluang bisnisnya," jelas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Suyana dalam sambutannya, Minggu.

Sedangkan Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi berharap lomba tersebut dapat memberikan inspirasi bagi lebih banyak masyarakat untuk membudidayakan tanaman hias dan sayur. Menurutnya, tidak ada lagi alasan bagi warga Kota Jogja tidak bisa membudidayakan tanaman hias atau tanaman pertanian lain karena keterbatasan lahan.

“Buktinya, dengan taman yang relatif sempit pun, tanaman bisa dibudidayakan. Bahkan dikreasikan dengan baik sehingga semakin memperindah pekarangan. Tidak hanya indah, hasilnya pun bisa dinikmati oleh keluarga,” katanya.

Di Lahan Pekarangan

Ia pun mengajak masyarakat untuk menggalakkan budi daya tanaman hias dan sayur di lahan pekarangan. “Di zaman sekarang, semua orang memiliki keinginan untuk hidup sehat. Salah satunya adalah pemenuhan gizi seimbang dari sayuran. Jika sayur mudah diperoleh, maka diharapkan kesehatan masyarakat pun semakin meningkat,” katanya.

Selain Kontes Tanaman Hias, acara tersebut juga didukung dengan bazar tanaman dan olahan hasil pertanian dan perikanan. Tujuh asosiasi di bawah Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta membuka stan di area kontes sejak Sabtu (7/11).

Ketujuh stan tersebut adalah Asosiasi Anggrek, Asosiasi Aglonema, Asosiasi Flory, Asosiasi Tabulampot, Asosiasi Sepurkota, Asosiasi Olahan Hasil Pertanian dan Asosiasi Olahan Perikanan.

Acara Kontes Tanaman Hias untuk jenis aglonema sendiri dibagi beberapa kategori, yakni juvenil, rumpun, tunggal dewasa, kochin, lokal tunggal dewasa, dan lokal rumpun.  Sedangkan untuk anggrek dibagi menjadi empat kategori yakni dendrobium, phaleonopsis (bulan), vanda dan gramathopilum.

Pemenang, selain mendapatkan sertifikat dan piala, juga mendapat hadiah uang pembinaan senilai total lebih dari Rp80 juta untuk semua kategori. (ADV)