Puluhan Pegawai Pemkab Kulonprogo Terinfeksi Covid-19

Ilustrasi. - Freepik
17 November 2020 18:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.cm, KULONPROGO--Puluhan pegawai di lingkungan Pemkab Kulonprogo terinfeksi Covid-19. Mereka merupakan kontak erat dari dua pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat yang terlebih dulu dinyatakan positif virus tersebut.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati mengatakan seusai dua pegawai Disdukcapil yang salah satunya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dinyatakan positif Covid-19, pihaknya langsung bergerak melakukan penelusuran terhadap siapa saja yang pernah melakukan kontak erat dengan dua orang tersebut. Hasilnya ditemukan 52 kontak erat. Mereka kemudian menjalani swab test pada Sabtu-Minggu (14-15/11).

Hasil swab test yang keluar pada Selasa (17/11) itu menunjukkan ada 25 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Mereka terdiri dari lima anggota keluarga dari kasus positif, satu pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulonprogo dan 19 pegawai Disdukcapil Kulonprogo.

"Ya ada 25 yang positif dengan 20 di antaranya merupakan pegawai pemerintahan, sehingga ini menjadi klaster terbesar di Kulonprogo, yang mana penularan terjadi di perkantoran," kata Baning kepada awak media, Selasa (17/11/2020).

Baning mengatakan penularan yang menimpa satu pegawai Diskominfo masih dalam penelusuran pihaknya. Namun besar kemungkinan pegawai tersebut pernah kontak dengan pegawai Disdukcapil. Hal ini Mengingat pada Rabu (11/11), ada acara di Commandroom Center Diskominfo Kulonprogo, yang dihadiri jajaran Disdukcapil.

"Sehingga ada kemungkinan sebelum acara itu, antara pegawai Diskominfo dengan pegawai Disdukcapil sempat ketemu untuk membahas kegiatan, dan terjadi penularan," ujar dia.

Baning menjelaskan 20 pegawai itu terdiri dari ASN dan tenaga harian lepas (THL). Mereka berasal dari sejumlah wilayah baik di dalam maupun luar Kulonprogo. Menurutnya saat ini kondisi seluruh kontak erat positif ini dalam kondisi tanpa gejala (OTG) sehingga diperbolehkan menjalani isolasi mandiri.

Berkaitan dengan hal ini, gugus tugas kata Baning memperpanjang penutupan kantor Disdukcapil Kulonprogo yang sebelumnya berlaku selama tiga hari sejak Senin-Rabu (16-18/11/2020) bakal ditambah sampai Jumat (20/11/2020) mendatang. Namun lanjut dia, tidak menutup kemungkinan penutupan itu bisa diperpanjang lagi, mengingat saat ini proses tracing masih berlangsung.

"Kita akan lihat situasinya, mengingat pada Senin dan Selasa masih dilakukan tracing dan swab test, kemarin [Senin] kita menswab 6 orang, dan hari ini [Selasa] 72 orang, sementara hasilnya baru akan keluar maksimal besok Kamis [19/11], jika masih ada tambahan kasus bukan tidak mungkin penutupan bakal berlanjut," urainya.

Baning mengatakan kebijakan serupa kemungkinan juga diberlakukan untuk Kantor Diskominfo Kulonprogo. Hanya saja, untuk bisa menutup sementara kantor ini, perlu ada bukti penularan di lingkungan kantor. Adapun untuk saat ini seluruh Diskominfo telah diikutkan swab test massal dan masih nunggu hasilnya.

"Untuk saat ini kantor di mana pegawai itu kerja sudah dilakukan penyemprotan disinfektan, para pegawai juga menjalani swab test, bagi yang hasilnya testnya belum keluar kami minta untuk work from home," ujar dia.

Sementara itu, disinggung soal sumber awal penularan, Baning mengaku pihaknya belum mengetahui hal itu. Namun berdasarkan rentetan waktu, kasus pertama ini muncul pada Rabu (11/11/2020). Pada hari itu pihaknya mendapat informasi ada salah satu karyawan Disdukcapil berstatus THL yang mengeluhkan sakit lalu menjalani rapid test mandiri dengan hasil reaktif. Kemudian dilakukan swab test sehari kemudian, Kamis (12/11/2020) dengan hasilnya keluar positif Covid-19.

"Kemudian pada Jumat ada satu lagi yakni ASN di sana yang mengeluh sakit. Lalu periksa di RSUD Wates. Yang bersangkutan kemudian menjalani rapid test dengan hasil non reaktif. Namun berdasarkan pemeriksaan laboratorium diketahui bahwa pasien itu memiliki pneumonia. Lalu dilakukan swab test dan hasilnya positif," ujarnya.

Meski dari rentetan waktu itu, kasus pertama adalah pegawai berstatus THL, tapi pihaknya belum bisa memutuskan bahwa itu adalah sumber penularan pertama. "Kami masih lihat lagi, karena belum tentu dia yang menularkan, bisa jadi ada lagi yang sebelumnya sudah positif tapi belum terdeteksi," ucapnya.

Merujuk data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, saat ini akumulasi penderita corona di kabupaten itu sudah mencapai 312 kasus dengan rincian 207 sembuh, 74 isolasi mandiri, 22 Isolasi rumah sakit dan sembilan meninggal dunia.