Skuad Selandia Baru 2026 Dirilis, Siap Bikin Kejutan di Piala Dunia
Selandia Baru umumkan skuad Piala Dunia 2026 hasil seleksi 3 tahun. Kombinasi pemain senior dan muda siap beri kejutan.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN- Selain penyebaran Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menghimbau agar masyarakat juga mewaspadai penyebaran nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Memasuki musim hujan, masyarakat tetap menggiatkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk sesuai protokol kesehatan.
Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo menjelaskan berdasarkan data Dinkes sejak Januari hingga 19 November tercatat jumlah kasus DBD sebanyak 766 kasus. Dari jumlah tersebut tercatat dua pasien yang meninggal dunia. Jumlah itu sudah melewati jumlah kasus DBD selama 2019 yakni 728 dengan kematian satu orang.
"Kami berharap masyarakat juga tetap mewaspadai penyakit DBD. Hal yang perlu diperhatikan adalah tempat-tempat penampungan air yang dapat dijadikan tempat berkembang biak nyamuk,"kata Joko, Kamis (19/11/2020).
Menurut Joko, dari 766 kasus yang tercatat di Dinkes Sleman wilayah Prambanan menjadi kepanewon tertinggi kasus DBD. Di lokasi ini, tercatat 113 kasus atau meningkat hanya 2 kasus dibandingkat data Agustus lalu sebanyak 111 kasus. Kepanewon kasus DBD tertinggi kedua berada di Gamping. Jika data Agustus jumlah kasus DBD di Gamping sebanyak 97 kasus, saat ini jumlahnya bertambah 8 kasus menjadi 105 kasus.
Posisi ketiga berada di Kepanewon Mlati. Pada Agustus lalu jumlahnya hanya 90 kasus namun saat ini menjadi 103 kasus atau naik 13 kasus. Posisi keempat Kepanewon Godean dengan 86 kasus disusul Ngaglik sebanyak 76 kasus. Di Ngaglik ini angkanya naik 5 kasus dibandingkan data Agustus lalu. "Makanya masyarakat harus memperhatikan tempat penampungan air, misalnya ditutup supaya tidak dijadikan tempat berkembang biak nyamuk. Sebab nyamuk itu berkembang biak di genangan air," kata Joko.
Terpisah, Peneliti Utama World Mosquito Program (WMP) Jogja, Prof. Adi Utarini, juga menghimbau masyarakat perlu lebih waspada terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD) di masa datangnya musim penghujan sekarang ini. Ia menyebut kasus DBD mengalami kenaikan. Hingga 27 Oktober 2020 lalu, data Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan kasus dengue hingga mencapai 93.178 kasus dengan 645 kasus kematian.
Prof Uut menuturkan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menekan DBD, mulai dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), 1 Rumah 1 Jumantik, dan fogging. Namun saat ini, WMP melakukan pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber Wolbachia untuk mengurangi kasus DBD di Kota Jogja. "Kalau dari aspek manusianya untuk mencegah DBD dengan menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dengan asupan gizi yang seimbang. Termasuk olahraga rutin dan istirahat yang cukup," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selandia Baru umumkan skuad Piala Dunia 2026 hasil seleksi 3 tahun. Kombinasi pemain senior dan muda siap beri kejutan.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.