Dukung Penuntasan Kasus Korupsi, Aktivis Jogja Beraksi di Stadion Mandala Krida

Baharuddin Kamba, aktivis Jogja Corruption Watch melakukan aksi tunggal merespon dugaan kasus korupsi oleh Menteri KKP Edhy Prabowo dan pembangunan Mandala Krida./Harian Jogja
26 November 2020 17:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Aktivis antikorupsi di Jogja memberikan dukungan terhadap penuntasan kasus dugaan korupsi proyek stadion Mandala Krida Jogja yang kini disidik KPK.

Dukungan juga disampaikan terkait kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster yang melibatkan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Merespons penangkapan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Baharuddin Kamba melakukan aksi tunggal di Stadiun Mandala Krida pada Kamis (26/11/2020). Baharuddin yang merupakan aktivis Jogja Corruption Watch membawa properti seperti uang, lobster, dan topeng karakter superhero.

Menurutnya, lobster dan uang menggambarkan kasus Edhy Prabowo yang diduga korupsi dalam kebijakan ekspor lobster. “Persoalan korupsi di era kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf masih ada,” kata Baharuddin. “Ini baru satu menteri di periode Jokowi-Makruf, kita tidak tahu empat tahun ke depan ada lagi atau tidak menteri yang kena OTT.”

Sementara topeng dengan karakter superhero menggambarkan bahwa Indonesia butuh pahlawan yang adil dan berani dalam hal penegakan hukum. Salah satu contoh superhero seperti Novel Baswedan yang merupakan ketua tim OTT kasus Edhy Prabowo.

Sementara pemilihan tempat aksi di Mandala Krida merupakan pengingat publik atas dugaan korupsi di gedung olahraga tersebut. Saat ini, KPK dalam masa penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Mandala Krida yang bernilai lebih dari 85 miliar rupiah. “Kita mendorong KPK untuk segera menuntut tuntas kasus ini. Jangan sampai berita kasus Mandala Krida ini tertutup oleh kasus Edhy Prabowo," katanya.