Siaga Merapi, Objek Wisata Kaliurang Aman Dikunjungi

Para pelaku wisata jeep lavatour Tlogoputri bersantai sambil menunggu wisatawan yang berkunjung ke Tlogoputri, Kamis (25/11 - 2020)/Ist
27 November 2020 16:37 WIB Media Digital Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pelaku wisata di Kaliurang mengimbau masyarakat tidak khawatir untuk berkunjung ke kawasan wisata tersebut. Sebab, jarak Kaliurang dari puncak Merapi sejauh 6,5 kilometer tidak termasuk yang direkomendasikan BPPTKG untuk ditutup saat ini. Atau sejak status Gunung Merapi naik dari level waspada ke siaga.

"Kami masih berada di jarak aman, lokasinya 6,5 km dari puncak Merapi. Kalau tidak aman, pemerintah mesti menutup kawasan wisata ini," kata Anggota Komunitas Jeep Wisata Tlogoputri Kaliurang Surono saat ditemui di Tlogoputri, Kamis (26/11/2020).

Sejak status Merapi naik menjadi siaga, katanya, muncul isu jika kawasan wisata di lereng Merapi ditutup. Padahal kawasan wisata yang ditutup hanya yang berjarak diradius 5 km dari puncak Merapi. Seperti wisata Bungker Kaliadem dan Wisata Bukit Klangon. "Kami pastikan sampai saat ini wisata Kaliurang belum ditutup dan aman dikunjungi. Warga juga masih beraktifitas seperti biasa. Tidak ada yang mengungsi karena masih berada di jarak aman,"kata Surono.

Pada Rabu (25/11/2020), katanya, mereka melayani rombongan wisatawan dari Bogor. Sebanyak 15 jeep di kawasan tersebut diborong untuk mengantar wisatawan berkeliling lereng Merapi. "Ya rutenya berbeda saat sebelum status Merapi naik jadi Siaga. Kami mematuhi himbauan pemerintah untuk tidak melewati radius 5km. Jadi melewati jalur di bawah radius 5km," katanya.

Hal senada disampaikan Didik Aryanto, petugas parkir wisata Tlogoputri. Menurutnya, sejak status Siaga ditetapkan jumlah kunjungan wisatawan menurun drastis. Padahal lokasi wisata tersebut masih berada di area yang aman dikunjungi. "Ya (wisatawan) yang datang bisa dihitung. Turun drastis sejak status Merapi naik. Padahal wisata Kaliurang tidak termasuk wisata yang ditutup oleh pemerintah karena masih dalam radius aman," katanya.

Dia berharap agar pemerintah ikut mempromosikan jika saat ini wisata Kaliurang masih aman dikunjungi.
Salah seorang pengunjung Wisata Tlogoputri, Ririn Asmiati mengatakan ia mengaku datang ke Kaliurang untuk berwisata. Nyatanya, kata warga Purworejo ini, wisata Kaliurang masih beroperasi dan tidak ditutup. Menurutnya, pemberitaan yang disiarkan di media dinilai terlalu dibesar-besarkan terkait status siaga Merapi. "Ya infonya tutup, tapi ternyata masih buka. Ya tadi naik jeep keliling Kaliurang saja," ujar Ririn.

Panewu Pakem Suyanto menegaskan kawasan objek wisata Kaliurang tidak masuk dalam daftar objek wisata yang dilarang untuk dibuka seperti Klangon, Bunker Kaliadem, Kinahrejo, dan Wisata Religi Turgo. Alasannya, Kaliurang tidak masuk dalam daftar wisata yang harus ditutup sesuai Surat Bupati Sleman nomor 360/02057 dalam menindaklanjuti status Gunung Merapi menjadi siaga (level tiga). "Poin tiga di dalam surat edaran Bupati Sleman nomor 360/02057," ujar Suyanto.

Pihaknya juga sudah berupaya untuk menyambangi sejumlah objek wisata yang terdapat di Kaliurang. Imbauan dilakukan oleh pemerintah kecamatan Pakem kepada pengelola objek wisata maupun wisatawan untuk selalu menjaga jarak aman minimal 5km dari puncak Gunung Merapi. "Kami sambangi di objek-objek wisata dan koordinasi agar pengunjung dan pengelola wisata selalu menjaga jarak aman dari puncak merapi minimal lima kilometer,” katanya.

Terlebih, rekomendasi Balai Penyelidikan dan Pengamatan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja hanya untuk destinasi wisata dalam radius 5km dari puncak yang tidak boleh beroperasi. Di luar radius tersebut masih aman dikunjungi. “Hanya tempat wisata di kawasan rawan bencana 3 Merapi yang kami rekomendasikan untuk ditutup (Klangon, Kaliadem, Turgo),” ungkap Kepala BPPTKG Jogja Hanik Humaida.

Di luar radius 5km dari puncak Merapi, wisatawan bisa mengunjungi beberapa destinasi unggulan Sleman. Bagi penggemar wisata alam juga bisa mengunjungi Hutan Bambu Merapi Bulaksalak di Wukirsari, Cangkringan saban Minggu Kliwon. Selain ada pameran pernik-pernik bambu, wisatawan bisa menikmati suasana alam lereng Merapi sambil bersepeda. Di situ ada Pasar Sor Pring yang juga menyajikan aneka jajan pasar khas Merapi.