854 Warga Terlibat Proyek Padat Karya

Ilustrasi program padat karya - JIBI
05 Desember 2020 08:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN– Bupati Sleman Sri Purnomo meresmikan proyek hasil padat karya tahun anggaran 2020, Jumat (4/12/2020). Peresmian dilakukan secara daring (zoom meeting) di Smart room Dinas Kominfo Sleman.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman, Sutiasih menyampaikan padat karya merupakan program pemerintah berupa kegiatan pemberdayaan masyarakat desa. Tujuannya, katanya, untuk membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, menambah pendapatan, mengurangi pengangguran sementara, mengurangi angka kemiskinan dan kesenjangan ekonomi.

"Program ini menghasilkan bangunan fisik berupa tujuh jalan cor blok, delapan talud jalan atau saluran irigasi, kandang sapi dan kolam ikan masing-masing satu unit. Total sebanyak 854 warga terlibat dalam program ini," katanya, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Soimah Cerita Awal Karier di Jakarta, Pernah Tinggal di Apartemen Nicholas Saputra

Sutiasih menjelaskan dalam pelaksanaanya (padat karya), pemerintah lebih menyasar untuk pengangguran, setengah penganggur serta dusun atau Kalurahan yang membutuhkan bantuan dengan memanfaatkan sumber daya alamnya. Warga, katanya, antusias untuk memperbaiki sarana umum yang mendukung perekonomian di wilayah yang tertinggal. "Manfaat dari bangunan fisik mendukung perekonomian masyarakat," katanya.

Disinggung soal pendanaan, program padat karya direalisasikan melalui alokasi dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah DIY untuk 12 lokasi di Sleman. Sementara anggaran APBD Sleman merealisasikan program padat karya di lima lokasi lainnya. Dengan demikian, kata Sutiasih, pelaksanaan kegiatan padat karya dilakukan di 17 lokasi berbeda.

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan kegiatan padat karya merupakan program pemberdayaan masyarakat desa khususnya masyarakat yang secara ekonomi masih kekurangan dan marginal. "Kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan yang bersifat produktif yang mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja dan teknologi lokal untuk menambah pendapatan, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Sri.