Sepi Pesanan, Petani Bunga Krisan di Samigaluh Pilih Vakum

Taman bunga krisan. - Bisnis Indonesia/Wahyu Sulistiyawan
10 Desember 2020 11:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Sebagian besar petani bunga krisan di Kelurahan Gerbosari, Kapanewon Samigaluh memilih untuk vakum dari kegiatan budidaya bunga tersebut. Hal ini disebabkan karena sepinya pesanan bunga krisan di masa pandemi Covid-19.

Ketua Paguyuban Pengelola Bunga Krisan Seruni Menoreh Gerbosari, Suharno mengatakan dari 50 anggota paguyuban, hanya tersisa enam yang masih bertahan dalam kegiatan budidaya bunga krisan. Mereka yang bertahan karena masih memiliki cukup tabungan sebagai modal usaha ini.

Sisanya, memilih berhenti, selain karena tidak punya modal, peluang mendapat untung dari usaha ini dalam beberapa waktu ke depan diprediksi sangat minim. Adapula yang beralih menanam sayur tapi hasilnya tidak memuaskan.

"Sejak pandemi, pesanan bunga krisan benar-benar sepi, akibatnya puluhan anggota paguyuban kami memilih berhenti. Namun memang masih ada yang melanjutkan usahanya, itupun bagi yang punya modal, sisanya udah habis," kata Suharno kepada wartawan, Kamis (10/12/2020).

Suharno mengatakan di awal pandemi, pesanan terbilang masih normal. Omzet yang diperoleh sampai Rp6 juta per bulan. Namun nemasuki pertengahan tahun mulai terjadi penurunan hingga benar-benar sepi. Memasuki September-November, sejatinya terjadi peningkatan tapi masih jauh dari keadaan normal.

"Sekarang pesanan sudah mulai ada dari Bantul, Kotabaru, dan Wates tapi jumlahnya masih terbatas. Saat ini para petani juga masih takut melakukan pinjaman karena tidak yakin dengan pasar," ungkapnya.

Terpisah, Lurah Gerbosari, Damar membenarkan kondisi yang sekarang dialami petani bunga Krisan di wilayahnya. Pemerintah kelurahan lanjut dia, telah berupaya membantu para petani dengan mengusulkan mereka masuk dalam penerima bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD). Apabila ada yang tidak masuk kriteria akan dimasukkan ke BLT dari APBD kabupaten maupun provinsi.

"Ini jadi bantuan untuk modal usaha mereka," ujar Damar.

Di samping itu, petani juga dilibatkan untuk menghidupkan agrowisata Bunga Krisan di Gerbosari yang pelaksanaannya oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. Jika situasi sudah membaik rencananya petani akan kembali menanam bunga krisan dan membentuk pengelola khusus untuk agrowisata tersebut.