Kekancan 04 Jadi Wadah Pemberdayaan Keluarga

Warga RW 04 Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman menerima pengharagaan sebagai Juara 1 pada Lomba PLPT dan Ketahanan Pangan Lestari Tingkat Padukuhan di di Balai Padukuhan Mrican. - Ist/Padukuhan Mrican
28 Desember 2020 06:37 WIB Sirojul Khafid Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN–Untuk menata lingkungan perumahan serta mendorong pemberdayaan keluarga, warga RW 04 Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman memanfaatkan pekarangan rumah menjadi kebun. Ada sekitar 40 jenis tanaman yang berada di kebun dengan nama Kebun Kartini Cantiq RW 04 (Kekancan 04).

Setiap Jumat sore, para perempuan pengelola kebun yang merupakan anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 04 Mrican akan merawat dan memanen hasil Kekancan 04. Menurut Ketua Kekancan 04, Marlina Handayani, warga sekitar akan membeli hasil panen dengan harga seikhlasnya. Uang yang didapat digunakan untuk pengembangan, perawatan, pembibitan, dan pembelian perlengkapan pertanian.

Hasil panen dijual langsung pada warga dan diolah menjadi makanan olahan seperti minuman telang kelapa muda, telang lemon, keripik kelapa muda, keripik kulit melinjo, keripik daun singkong, stick keju singkong, dan stick keju ubi ungu,” kata Marlina saat dihubungi secara daring pada Minggu (27/12/2020).

Setelah makanan olahan selesai, pengelola akan mendistribusikan ke beberapa warung dan rumah-rumah warga. Setiap bulan, pemasukan dari Kekancan 04 sekitar Rp4,5 juta. “Di masa pandemi Covid-19 terdapat penurunan perolehan karena hasil panen lebih dimanfaatkan oleh warga untuk kebutuhan sehari-hari. Jika ada yang [hasil panen yang] berlebih baru mereka membayar,” kata Marlina yang telah mengelola Kebun Kekancan sejak 2017.

Dalam Lomba Pemanfatan Lahan Pekarangan Terbatas (PLPT) Tingkat Padukuhan, Kekancan 04 menjadi juara pertama pada 2018 dan 2020. Sementara untuk lomba Kelompok Wanita Tani Tingkat Nasional 2020, Kekancan 04 menjadi wakil dari DIY mendapat peringkat ke-7.

Marlina berharap pemerintah menaruh perhatian pada potensi wilayahnya. “Kami sangat optimistis akan keberlangsungan program ini. Selain mempunyai potensi wilayah dengan kebun sayur dan buah, ada juga potensi atraksi budaya dan kesenian oleh warga, baik dari anak anak, remaja, ataupun ibu-ibu dengan berbagai kemampuan tari yang tergabung dalam Sanggar Anggrek,” kata Marlina.

Pada ajang Jogja Fashion Carnival 2019, Sanggar Anggrek mendapatkan peringkat 2. Ke depannya, Marlina juga berharap adanya Kebun Kekancan ini menjadi tempat silaturahmi masyarakat dengan berbagai kegiatan.