Argomulyo Kembangkan Lidah Buaya, Digadang Jadi Aloe Vera Village

Newswire
Newswire Selasa, 23 September 2025 12:02 WIB
Argomulyo Kembangkan Lidah Buaya, Digadang Jadi Aloe Vera Village

Sebuah inisiatif pemberdayaan masyarakat digulirkan di Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul. Menariknya pemberdayaan ini dilakukan melalui budi daya tanaman lidah buaya yang dikembangkan menjadi berbagai macam produk. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah inisiatif pemberdayaan masyarakat digulirkan di Desa Argomulyo, Sedayu, Bantul. Menariknya pemberdayaan ini dilakukan melalui budi daya tanaman lidah buaya yang dikembangkan menjadi berbagai macam produk.

Inisiatif ini dilakukan oleh sejumlah akademisi dari UAD, Unjaya dengan melibatkan Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Sedayu dan Tim Penggerak PKK Kalurahan Argomulyo. Inovasi berbasis lidah buaya ini mendapatkan dukungan dari pemerintah desa setempat hingga Dinas Lingkungan Hidup.

Ketua Tim Profesor Anton Yudhana menekankan pentingnya peran ibu-ibu PKK sebagai garda depan pemberdayaan. Menurutnya, potensi lahan rumah tangga bisa dimanfaatkan untuk budi daya lidah buaya yang berlanjut hingga menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi.

BACA JUGA: Budi Daya Garam di Pantai Sepanjang Gunungkidul Belum Optimal

"Target besar program ini adalah membangun Aloe Vera Village sebagai pusat pemberdayaan dan kemandirian masyarakat. Dengan kolaborasi perguruan tinggi, petani, dan PKK, diharapkan lahir inovasi berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan warga," katanya Selasa (22/9/2025).

Ia menambahkan kegiatan akan berlangsung tiga tahun dengan sejumlah agenda utama. Terdiri atas pelatihan penggunaan kubah pengering lidah buaya, penyiraman berbasis IoT, pengolahan produk sehat kekinian, pengemasan higienis, serta literasi digital dan soft skill untuk peningkatan kapasitas sosial.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sedayu Bantul Heru Waseso menekankan pentingnya konsistensi dan semangat kolektif dalam menjadikan lidah buaya sebagai gerakan ekonomi masyarakat. “Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak transformasi pola pikir petani dan ibu-ibu PKK agar lebih kreatif, inovatif, sekaligus mampu mengadopsi teknologi dalam pengolahan lidah buaya,” katanya.

Dalam kesempatan pelatihan, dihadirkan langsung pengusaha lidah buaya RamaVera Imam yang memotivasi warga agar berani berinovasi dan melihat lidah buaya sebagai peluang usaha bernilai tinggi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online