OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sukarelawan Sambatan Jogja (Sonjo) berencana membangun selter di wilayah Bantul. Inisiator Sonjo Rimawan Pradiptyo mengatakan program Shelter Tangguh ini berada di bawah Sonjo Tangguh, salah satu dari 13 jenis Sonjo.
“Bentuknya selter, tetapi posisinya lebih tinggi dari yang biasa, memungkinkan untuk [pasien Covid-19] gejala ringan dan sedang,” kata Rimawan saat dihubungi secara daring pada Jumat (9/1/2021).
Menurut Rimawan, permasalahan saat ini adalah keterbatasan rumah sakit dalam menampung pasien Covid-19. Apabila pasien Covid-19 antre untuk masuk rumah sakit dan fasilitas lain juga terbatas, sehingga banyak pasien yang akan berada di rumah-rumah. “Ini bahaya sebenarnya,” kata Rimawan yang juga Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.
Bagi Rimawan, pembuatan selter merupakan hal yang mendesak. Sejak pasien Covid-19 sudah memiliki gejala ringan ataupun sedang, perlu secepatnya mendapatkan penanganan dari ahli beserta fasilitas yang memadai.
Shelter Tangguh akan berada di Panggungharjo. Sonjo Tangguh sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Bantul dan perangkat wilayah setempat.
Saat ini Sonjo Tangguh sedang menggalang dana. Sonjo merupakan gerakan sosial yang terbentuk sejak Maret 2020. Kegiatan-kegiatan yang berkutat dalam hal ekonomi, kesehatan, dan pendidikan ini dalam rangka gotong royong menghadapi dampak pandemi Covid-19.
Sonjo bergerak di grup WhatsApp untuk mempertemukan pihak yang membutuhkan bantuan dengan orang yang hendak membantu. Sebanyak 13 grup saat ini berisi sekitar 1.700 anggota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.