Hadapi Kekeringan, Pemkab Sleman Siapkan Anggaran dan Dropping Air
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Ilustrasi rusunawa/Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, JOGJA- Rumah Susun (Rusun) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bakal dibangun kembali di Kota Jogja. Kepastian tersebut menyusul dikabulkannya usulan Pemkot Jogja oleh pemerintah pusat.
Kepala Bidang Perumahan Permukiman dan Tata Bangunan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogya Sigit Setiawan menjelaskan usulan Pemkot Jogja telah disampaikan sejak 2018. "Dulu kan memang Pemkot mengusulkan dua rusun, tapi sudah terbangun satu yang kini dijadikan selter. Tahun ini akan dibangun unit dua, lokasinya di sebelah selatannya itu. Bukan yang di bagian posko, tapi tanah di selatannya," terang Sigit Rabu (14/1/2021).
Secara pokok rancangan, Sigit menuturkan garis besar rusun unit dua akan sama, yakni dengan komposisi 42 unit, musala, aula, dan ruang pengelola. "Cuman nanti bangunannya tidak hadap-hadapan, bentuknya utara-selatan. Yang sekarang itu kan timur-barat, jadi nanti jadi leter L gitu, furniturnya juga termasuk," jelasnya.
"Proses pembangunan sepenuhnya oleh pusat. Kami sebagai penerima pemanfaat setelah proses hibah. Alokasi sekitar Rp24,5 miliar. Kalau segitu berarti sudah termasuk furniturnya, soalnya kalau bangunannya itu sekitar Rp20 miliar. Lelang sejak November 2020, memang lelang dini. Begitu pemkot selesai land clearing atau menguruk tanah yang selatannya itu yang bentuknya tegalan. Status memang tanah kota karena itu menjadi syarat verifikasi yakni tanah tidak bermasalah," terang Sigit.
Sigit memastikan jika pembangunan tidak akan mengganggu fungsi selter, karena aksesnya sudah dibuatkan untuk selter seluas 12 meter. Namun renacananya akan ada pengaturan ulang terkait beberapa aspek di antaranya posko pendukung selter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menyiapkan anggaran dan memantau pasokan air di 17 kapanewon untuk menghadapi potensi kekeringan musim kemarau.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.