Jelang Jatuh Tempo, PBB Gunungkidul Baru Terkumpul Rp21,7 Miliar
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Sejumlah warga sedang melihat jembatan di Dusun Gabugan, Songbanyu, Minggu (31/1/2021), yang rusak akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (30/1/2021) malam. /Ist SAR Satlinmas Wilayah I DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Hujan deras yang mengguyur wilayah Girisubo sejak Sabtu (30/1/2021) sore mengakibatkan banjir di sejumlah titik hingga akses terputus karena jembatan ambrol. Meski demikian peristiwa itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Salah satu lokasi yang terendam air akibat hujan deras terjadi di SMP Negeri 1 Girisubo. Total ada sebelas ruangan yang terendam air dengan ketinggian bervariasi mulai dari 30 centimeter hingga 1,5 meter. Selain itu, banjir juga menyebabkan pagar sekolah sepanjang 25 meter ambruk.
Kepala SMP Negeri 1 Girisubo, Prawoto mengatakan, air sempat menggenang beberapa jam, namun kondisi pada Minggu (31/1/2021) siang sudah surut. Menurut dia, sekolahnya sudah sering menjadi langganan banjir karena letaknya berada di wilayah yang rendah.
Baca juga: 10 Universitas Terbaik Indonesia 2021 Versi Webometrics, Nomor Satu Ada di Jogja
“Sudah sering terjadi genangan saat terjadi hujan deras dengan durasi waktu yang lama,” kata Prawoto, minggu.
Meski sudah sering terjadi genangan, dia mengakui peristiwa yang terjadi pada Minggu dini hari merupakan yang terparah karena ada 11 ruangan yang terndam. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan dengan peristiwa banjir besar akibat Badai Cempaka yang terjadi di akhir 2017 lalu.
“Dulu hanya delapan ruangan, tapi sekarang hampir semua terendam. Sebab, yang tidak hanya ruang perpustakaan dan aula pertemuan. Selain itu, banjir huga mengakibatkan pagar sekolah roboh,” ungkapnya.
Menurut Prawoto, peristiwa ini sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul. Untuk nilai kerugian, ia belum bisa mengungakapkan karena masih dalam proses pendataan. “Kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak kalurahan untuk proses perbaikan drainanse sehingga saluran air bisa lebih lancar agar banjir serupa bisa dikurangi,” tutur dia.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I DIY, Sunu Handoko mengatakan, banjir juga terjadi di Pelabuhan Sadeng. Hal ini dikarenakan kawasan pelabuhan berada di dataran rendah sehingga air yang berasal dari perbukitan mengalir ke pantai.
Baca juga: Seorang Wabup di Aceh Tak Masuk Kantor Berbulan-bulan, Alasannya Disuruh Diam oleh Bupati
“Semua air dari arah utara bermuara di pelabuhan sehingga saat terjadi hujan deras semalam mengakibatkan banjir,” katanya.
Menurut dia, pada Minggu pagi air sudah surut dan warga bersama-sama dengan aparat keamanan melakukan kerja bakti untuk membersihkan material lumpur. “Tidak hanya rumah warga, banjir juga sempat menggenang area perkantoran di kawasan pelabuhan,” katanya.
Sunu menambahkan, hujan deras juga merusak jembatan yang mengghubungkan Kalurahan Songbanyu dengan Sadeng terputus. Sebagai dampaknya, aktivitas warga terganggu karena harus memutar untuk menuju wilayah Sadeng.
“Jembatan itu satu-satunya akses paling dekat. Sebab, saat putus maka warga harus memutar lewat wilayah Jawa Tengah untuk bisa menuju ke Sadeng,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp21,7 miliar menjelang jatuh tempo 30 September 2026. Wajib pajak diminta segera membayar agar terhindar denda.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.