Kopenhagen Kota Paling Layak Huni 2026, Asia dan Australia Bersaing
Kopenhagen menjadi kota paling layak huni di dunia pada 2026. Eropa dan Australia mendominasi peringkat teratas berdasarkan indeks dari EIU.
Pengendara motor melaju di atas jembatan Bendung Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/2/2021)./Antara\r\n\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat seluruh provinsi di Pulau Jawa berstatus siaga banjir, kecuali di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, saat ini tengah terjadi puncak cuaca ekstrem, perkumpulan dari beberapa peristiwa alam, seperti Lanina dan Angin Monsoon.
“Sebagaimana yang telah diprediksi BMKG, kami sebar luaskan peringatan dini potensi hujan lebat dan angn kencang di beberapa provinsi, termasuk Jawa Barat di antaranya Karawang, DKI Jakarta, Depok, Bekasi, kemudian ke arah Selatan, ke arah Bogor ada awan yang berpotensi menurunkan hujan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang,” ujarnya, mengutip unggahan BMKG, Senin (8/2/2021).
BACA JUGA : Banjir Semarang, BMKG: Peringatan Hujan Lebat di Jateng Sepekan ke Depan
Menurutnya, peringatan siaga banjir dikeluarkan, karena cuaca ekstrem dan durasinya tidak sebentar. “Jadi, siaga banjir di situ dari data BNPB, daerah tersebut rawan banjir, tapi mengikuti pemicunya, daerah itu rawan kalau hujan, kalau tidak hujan ya tidak banjit. Daerah itu siaga, karena pemicunya hujan kami prediksi bisa mencapai 100 mm, ini yang memicu bisa benar-benar terjadi banjir,” kata Dwikorita.
Peringatan siaga banjir juga disampaikan agar pihak terkait di lapangan siap. Misalnya, pemerintah daerah sudah menyiapkan evakuasi warga, pompa, tempat, dan jalur pengungsiannya. “Maksudnya agar disiapkan sewaktu-waktu hujan turun sudah siap menyelamatkan warga,” katanya.
BACA JUGA : PLN Berhasil Pulihkan Sebagian Listrik Pasca Banjir
Dwikorita mengungkapkan, banjir yang sedang terjadi seperti di Karawang dan Semarang memiliki pemicu serupa yakni cuaca ekstrem, hujan dengan intensitas lebih dari 150 mm dalam 24 jam.
“Di Semarang, selain kondisi lahan di semarang yang merupakan dataran rendah, dan endapannya aluvial, serta pengembangan lahan di wilayah Semarang juga menjadi faktor pengontrol,” jelasnya.
Sementara itu, BMKG juga memantau pola hujan di Pulau Jawa umumnya berdurasi panjang, tapi intensitasnya fluktuatif, bisa naik menjadi hujan lebat dan turun ke sedang, dan berlansung dalam waktu yang lama.
Salah satu penyebab intensitas hujan yang tinggi selain Lanina, kata Dwikorita, ada pula kontribusi dari puncak Angin Monsoon, dan sirkulasi tekanan udara di Utara Australia.
BACA JUGA : Viral Banjir di Pekalongan Berwarna Merah, Ternyata Ini Penyebabnya
“Secara total kami memprediksi 40-80 persen kenaikan curah hujan bulanan dibandingkan dengan bulan-bulan berikutnya. BMKG hanya memprediksi rawan cuaca ektrem hampir merata di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kopenhagen menjadi kota paling layak huni di dunia pada 2026. Eropa dan Australia mendominasi peringkat teratas berdasarkan indeks dari EIU.
Lagu Astaga Bercanda dari Mingse x Akbar Chalay digunakan Thomas Muller, Mel B, Seunghan, hingga Ellie Goulding di TikTok.
Rekomendasi 4 sepatu running nyaman untuk jalan jauh, mulai HOKA Clifton 9, Nike Pegasus 41, adidas Ultraboost Light hingga ASICS GEL-NIMBUS 28.
WhatsApp tiba-tiba mengirim kode OTP? Ketahui penyebabnya dan cara mengamankan akun agar terhindar dari upaya pengambilalihan.
Jepang menghadapi panas ekstrem dengan kulkas manusia seharga Rp167 juta yang membantu pekerja mendinginkan tubuh dalam hitungan menit.
Threads menguji fitur transkripsi otomatis podcast yang memungkinkan pengguna membaca isi klip audio tanpa menyalakan suara.