Lawan Iran Jadi Ujian Terakhir, Timnas Voli Putra Indonesia Kejar Tiket Perempat Final
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan deras disertai angin yang menerjang Bantul, Rabu (17/2/2021) pagi menyebabkan pohon tumbang di 56 titik dan satu bangunan roboh.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto mengatakan pohon tumbang, genangan air, dan bangunan roboh tersebar di 13 kapanewon dan 25 kalurahan.
BACA JUGA: Angin Kencang Terjang Kulonprogo, Sejumlah Fasilitas Rusak
Sebanyak 17 pohon tumbang menimpa rumah, 26 pohon ambruk menutup jalan, delapan pohon menimpa jaringan listrik, dan satu pohon tumbang di sekitar fasilitas pendidikan.
“Kalurahan yang paling banyak terdampak ada di Tirtohargo, Kretek; kemudian Kalurahan Srigading, Sanden; dan Kalurahan Poncosari, Sanden," kata Dwi.
Menurut Dwi, saat ini, petugas dari BPBD dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) telah bergerak dan membersihkan lokasi. Dwi meminta kepada warga untuk terus memerhatikan lingkungannya.
"Jika ada pohon atau tanaman yang sudah lebat, alangkah baiknya dipangkas dahannya,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.