Zico Ingatkan Brasil, Jepang Kini Lebih Berbahaya di Piala Dunia 2026
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Ilustrasi./ANTARA FOTO-Hafidz Mubarak A
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemberian vaksinasi tahap kedua bagi petugas publik terus dilakukan. Kini, ribuan guru di Sleman menjalani proses vaksinasi Covid-19.
Pemberian vaksinasi Covid-19 bagi kalangan guru ini dilakukan setelah sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) memberikan vaksin kepada petugas keamanan (TNI/Polri), ASN di lingkungan pemerintahan, para pamong kalurahan dan tokoh masyarakat.
Untuk sektor pendidikan, Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo, vaksinasi diberikan bagi para guru sejak 9 Maret lalu dan rencananya berlangsung hingga 20 Maret mendatang. "Vaksinasi terhadap sektor pendidikan, sudah mulai dilakukan sejak Selasa (9/3/2021) lalu. Pemberian vaksin dilakukan di 25 Puskesmas," kata Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo, Jumat (12/3/2021).
Dinkes masih menghimpun data jumlah guru yang sudah divaksin. Untuk sementara, data penerima vaksin masih berada di masing-masing Puskesmas. Berdasarkan data Dinkes, jumlah pendaftar tenaga pendidik di Sleman untuk menerima vaksin sebanyak 16.458 orang.
"Untuk dosen-dosen pada saatnya juga menjadi sasaran vaksinasi tetapi belum tahu apakah masuk kuota vaksin yang ada di kabupaten atau provinsi," ujar Joko.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Novita Krisnaeni mengatakan sasaran vaksinasi di sektor pendidikan ditujukan bagi ASN di seluruh sekolah. Mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK baik guru, administrasi, dan seluruh sivitas sekolah tersebut. Pelaksanaan vaksinasi bertempat di Puskesmas wilayah sekolah sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
"Yang dimaksud dengan pendidik adalah semua yang terlibat dalam proses pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK. Untuk pelaksanaannya bisa di Puskesmas wilayah sekolah," jelas Novi.
Novi mengingatkan agar masyarakat maupun calon penerima vaksin tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan CITA MAS JAJAR (Mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir/ handsanitizer, Memakai Masker, dan Menjaga jarak). “Selama program vaksinasi berlangsung masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan CITA MAS JAJAR untuk memutus rantai penularan Covid-19," tegas Novi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Polres Bantul mengungkap penipuan bermodus modal usaha Rp80 juta. Korban kehilangan dua mobil dan BPKB dengan kerugian sekitar Rp100 juta.
Polisi memeriksa kontraktor dan sejumlah saksi untuk mengusut tewasnya bocah 4 tahun yang terjatuh ke lubang proyek di Tebet, Jakarta Selatan.
BMKG menyiapkan operasi modifikasi cuaca pada awal Oktober untuk menjaga pasokan air waduk dan mengantisipasi kekeringan di Pulau Jawa.
Taman Pintar Jogja memprioritaskan layanan shuttle dari kantong parkir selama libur sekolah untuk memudahkan akses pengunjung.
Bantuan RTLH Kulonprogo senilai Rp20 juta ditolak sejumlah warga karena tidak mampu menambah biaya renovasi rumah.