Advertisement

36 Orang Terpapar Corona dari Klaster Hajatan di Kulonprogo, Termasuk Pamong Desa

Hafit Yudi Suprobo
Jum'at, 12 Maret 2021 - 21:27 WIB
Bhekti Suryani
36 Orang Terpapar Corona dari Klaster Hajatan di Kulonprogo, Termasuk Pamong Desa Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO--Kasus positif Covid-19 dari klaster hajatan di Kalurahan Bojong Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, bertambah. Per Kamis (11/3/2021) terdapat penambahan kasus sebanyak 25 orang.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo, Baning Rahayujati, mengatakan jika penambahan kasus positif Covid-19 di klaster hajatan Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo, sebanyak 25 orang membuat total kasus Covid-19 di klaster hajatan sebanyak 36 orang.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Kami melakukan pengambilan sampel uji swab kepada mereka yang memiliki kontak erat tersebut untuk diperiksa di laboratorium balai besar veterinir [BBvet] Wates. Sehingga hari ini tidak ada penambahan kasus," ujar Baning saat dikonfirmasi pada Jumat (12/3/2021).

Dari 25 penambahan kasus, delapan diantaranya merupakan pamong desa yang bertugas di Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo.

BACA JUGA: OPINI NGOBROL EKONOMI: Macet Itu Menyenangkan

"Kami telah melakukan tracing lanjutan pada 10-11 Maret 2021 lalu. Dari tracing itu, didapatkan 51 orang yang memiliki kontak erat," sambung Baning.

Pelayanan di Balai Kalurahan Bojong masih dilakukan penutupan sementara sampai dengan hasil tracing keluar. Selain itu, dikarenakan ada beberapa penambahan kasus, maka pelayanan di Puskesmas Panjatan II ada yang dilakukan secara parsial.

"Sehingga hanya pelayanan tertentu saja yang ditutup. Secara umum pelayanan puskesmas saat ini berjalan dengan lancar seperti biasanya," terang Baning.

Advertisement

Sebelumnya diberitakan, kasus Covid-19 di kabupaten Kulonprogo meningkat dengan kembali munculnya klaster penularan Covid-19 terbaru di wilayah Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan, Kulonprogo.

Klaster penularan Covid-19 tersebut diduga berawal dari kegiatan hajatan yang dilakukan oleh warga. Diduga, dalam pelaksanaan hajatan tersebut, warga tidak menerapkan protokol pencegahan penularan Covid-19 secara ketat.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Canggih! Bola Piala Dunia Qatar Dilengkapi Sensor, Bisa Dicharge Layaknya Smartphone

News
| Jum'at, 02 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

alt

Punya 100 Gerbong, Kereta Api Ini Mampu Meliuk di Pegunungan Alpen

Wisata
| Kamis, 01 Desember 2022, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement