NTT Kembali Diguncang Gempa M4,0, Rumah Rusak Capai 53.971
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA – Kasus positif Covid-19 di DIY bertambah 95 orang pada hari ini, Minggu (21/3/2021). Penambahan terbanyak berasal dari Bantul dengan jumlah 66 kasus.
Jumlah terbanyak selanjutnya yaitu Sleman 18 kasus, Gunungkidul 7 kasus, Jogja tiga kasus dan Kulonprogo satu kasus,. Secara keseluruahan, total kasus positif Covid-19 di DIY yaitu 31.452 orang.
Dari sisi riwayat, penambahan kasus terbanyak melalui tracing kontak kasus positif sebanyak 72 kasus. Berdasarkan pemeriksaan mandiri enam kasus dan belum diketahui asalnya sebanyak 17 kasus. Sementara untuk pelaku perjalanan ada satu kasus.
Untuk jumlah kasus sembuh bertambah 60 kasus. Jumlah kasus sembuh berasal dari Bantul sebanyak 33 kasus dan Sleman 13 kasus. Kesembuhan di Jogja dan Gunungkidul masing-masing tujuh kasus. Sementara Kulonprogo tidak ada kasus sembuh hari ini. Sehingga total kasus sembuh di DIY menjadi 25.609 kasus.
Beralih pada kasus meninggal, hari ini tercatat penambahan sebanyak empat orang. Penambahan dua kasus masing-masing berasal dari Bantul dan Sleman. Sehingga total kasus meninggal karena Covid-19 di DIY berjumlah 757 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M4,0 kembali mengguncang NTT pada 23 Agustus 2026. BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat rangkaian gempa sejak 15 Agustus.
Polresta Sleman mengamankan terduga pelaku pembuangan bayi di kawasan Pasar Sleman. Polisi masih merahasiakan detail perkara.
RSUD Kota Jogja menghadirkan layanan Home Care ke rumah pasien, termasuk perawatan luka, kateter, NGT, injeksi, hingga kunjungan dokter.
Gunung Anak Krakatau erupsi enam kali pada Senin pagi hingga siang. Kolom abu mencapai 250 meter dan statusnya masih Level III Siaga.
BMKG Yogyakarta mengimbau nelayan dan wisatawan mewaspadai gelombang tinggi hingga empat meter pada 24-27 Agustus 2026.
Polda Metro Jaya menjelaskan status rekening Supriyono, warga Pati, yang disebut menampung donasi Rp80 juta untuk kebutuhan aksi.