Gunungkidul Siapkan Tata Ruang untuk Kemudahan Berinvestasi

Bupati Gunungkidul Sunaryanta (dua kiri), Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto (tengah), CEO PT Widodo Makmur Unggas Tbk Ali Mas'adi (kanan), dan Presiden Direktur Harian Jogja Arif Budisusilo (kiri) saat menjadi pembicara talkshow Harian Jogja bertajuk Ngopi Bareng Bupati dengan tema Sinergi Pemkab dan Sektor Swasta untuk Pertumbuhan Ekonomi di Rumah Dinas Bupati, Senin (29/3).. - Harian Jogja/David Kurniawan
29 Maret 2021 16:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengatakan pembangunan Gunungkidul sangat membutuhkan peran dari investor. Hal ini disampaikan dalam talkshow Harian Jogja dengan tajuk Ngopi Bareng Bupati bertema Sinergi Pemkab dan Sektor Swasta untuk Pertumbuhan Ekonomi di Rumah Dinas Bupati, Senin (29/3/2021). Gelar wicara ini didukung Bank BDG.

“Saya tidak antiinvestor karena terpenting, investasi yang dibawa bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat,” kata Sunaryanta.

Menurut dia, tiga sektor digerakan dalam pembangunan Gunungkidul: investasi, pariwisata, dan ekonomi kerakyatan.

“Sebenarnya ada tujuh program yang saya bawa, tapi kami akan fokus di tiga sektor. Kami akan melaksanakan bersama-sama guna mewujudkannya dengan membentuk unit kerja percepatan pembangunan daerah,” ujarnya.

Sunaryanta sudah menjalin kontak beberapa investor salah satunya dari Timur Tengah. “Kami harus jemput bola. Saya bersyukur karena ada yang berminat, tapi karena masih dalam suasana pandemi, para investor belum bisa datang ke Gunungkidul,” katanya.

Pemkab juga menyiapkan tata ruang untuk kemudahan dalam berusaha. 

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Wakil Bupati Gunungkidul, Heri Susanto. Ia siap membantu bupati mewujudkan visi misi guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Program kami Gunungkidul Membangun sehingga butuh partisipasi semua pihak,” katanya.

Heri menuturkan Gunungkidul memiliki potensi melimpah karena kaya sumber daya alam. Orang-orang Gunungkidul juga dikenal ulet dan pekerja keras. “Tinggal tambahan sentuhan teknologi,” katanya.

Ia pun optimistis kemajuan bisa diwujudkan. Sebagai gambaran, meski masih dikelola secara sederhana, Gunungkidul mampu menjadi sentra ternak di DIY. “Cara-caranya masih biasa, tapi populasi ternaknya bagus. Coba ini dikembangkan lagi, hasilnya pasti akan lebih maksimal,” katanya. 

CEO PT Widodo Makmur Unggas (WMU) Tbk Ali Mas’adi yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, PT WMU berkomitmen dalam upaya pembangunan di Gunungkidul. Oleh karenanya, usaha yang dijalankan tidak hanya fokus dalam bisnis, namun juga ikut berpartisipasi dalam pembentukan kewirausahaan bagi anggota masyarakat di sekitar perusahaan. PT WMU berharap dengan kehadirannya di Gunungkidul bisa membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan sekaligus menyerap lapangan kerja dari warga sekitar perusahaan.

“Sektor usaha kami terus berkembang, jadi kami butuh dukungan dari pemkab dalam bentuk iklim usaha yang kondusif,” katanya.

Rencananya PT WMU akan menambah kapasitas breeding farm dari 200.000 ekor menjadi 400.000 ekor. Selain itu, akan ada penambahan kapasitas penetasan dari 2 juta menjadi 4 juta telur per bulan. “Tentunya dengan perluasan ini akan menambah tenaga kerja dan kami komitmen untuk menggunakan tenaga lokal,” katanya.