Harga BBM 23 Agustus 2026, Pertamax Turun Jadi Rp15.950
Harga BBM 23 Agustus 2026 berubah. Pertamax turun menjadi Rp15.950, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
Ilustrasi polisi Densus bersenjata./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL--Sebuah rumah di Pleret, Bantul menjadi sasaran penggerebekan oleh polisi.
Tim Densus 88 Mabes Polri dikabarkan melakukan penggerebekan di sebuah rumah RT 02 Pedukuhan Segoroyoso 1, Kalurahan Segoroyoso, Kapanewonan Pleret, Kabupaten Bantul, Jumat (2/4/2021) siang. Rumah tersebut adalah rumah kontrakan yang ditinggali oleh KB (43) bersama istri dan anaknya.
Penggerebekan tersebut dibenarkan oleh Rusono, salah seorang pengurus Masjid di RT 02. Penggerebekan itu berlangsung mulai selepas Jumatan hingga menjelang azan Asar berkumandang. Ia tidak mengetahui secara persis kronologi penggerebekan tersebut.
"Tadi banyak polisi di sini. Itu katanya menggerebek rumah paling barat RT sini. Ndak tahu namanya siapa," papar dia, Jumat.
Lelaki ini mengaku tidak tahu siapa yang tinggal di rumah tersebut karena memang selama ini yang bersangkutan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. Pemilik rumah yang digerebek itu juga jarang turut serta kerja bakti ataupun kegiatan sosial lainnya, demikian juga sang istri.
BACA JUGA: Api di Kilang Balongan Kembali Muncul, Pertamina Lakukan Antisipasi
Menurut Rusono, orang yang digerebek itu memang telah tinggal di RT 02 sejak sekitar 3 tahun yang lalu. Sosoknya dikenal tertutup dan memiliki ciri khas berpakaian dengan celana di atas tumit. Bersamaan dengan istrinya, yang selalu memakai cadar, pria ini memiliki cukup banyak anak.
"Ndak tahu saya. Kerja apa saya juga tidak tahu," terangnya.
Ketua RT 02 Mujiyono, ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya peristiwa penggeledahan salah satu rumah milik warganya. Rumah tersebut ditinggali oleh KB bersama dengan istri serta enam anaknya. Penggerebekan itu terjadi selepas salat Jumat hingga menjelang salat Asar.
Saat itu dirinya, yang baru saja selesai salat Jumat dan tiba di rumah, mendadak didatangi Kepala Dukuh, didampingi salah satu intel. Keduanya mengajak Mujiono untuk menyaksikan proses penggerebekan tersebut.
"Saya itu tidak tahu. Saya hanya diminta Pak Dukuh menyaksikan penggerebekan tersangka penggelapan dana yayasan apa gitu," terangnya.
Ketika sampai di gang masuk ke rumah KB, ternyata sudah banyak polisi yang berjaga di tempat tersebut. Saat itu Mujiono mengaku melihat seorang polwan menggandeng anak terkecil dari KB. Di belakang polwan tersebut Mujiono berjalan mengiringi bersama beberapa polisi yang lain.
Saat tiba di rumah KB, ia tidak diperkenankan untuk masuk dan hanya menyaksikan dari jauh penggeledahan yang dilakukan oleh polisi. Cukup lama polisi melakukan penggeledahan, hampir 2 jam lebih.
"Jelang Asar polisi selesai melakukan penggrebekan," ungkapnya.
Saat keluar dari rumah KB, polisi membawa beberapa bungkus barang, di antaranya seperti buku, CD, Laptop, HP, paspor, pisau lipat, dan juga sebuah selongsong peluru. Saat penggeledahan, KB sebenarnya sudah tidak ada di rumah karena kabarnya diamankan usai salat Jumat.
KB Adalah Pegawai Percetakan
KB tinggal di rumah tersebut mengontrak sudah 5 tahun ini. KB sebelumnya berasal dari Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Lima tahun lalu ia datang ke rumahnya menyerahkan persyaratan fotokopi kartu keluarga dan juga KTP sebagai bentuk izin untuk tinggal di RT tersebut. Saat datang ke rumahnya, KB mengaku kerja di percetakan.
"Kalau sekarang saya tidak tahu dia kerja di mana," tuturnya.
Mujiono mengakui bahwa KB memang tergolong tertutup dan jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. Namun untuk kerja bakti, KB memang sering izin dan hanya membayar upah tukang jika itu kerja bakti dalam skala besar.
Namun untuk kegiatan rutin perkumpulan RT setiap sebulan sekali, KB memang sering hadir. Orangnya juga tergolong halus. Tutur katanya selalu sopan, dan ia cukup aktif di WA group RT 02. Namun, tak ada yang mengetahui kegiatan KB selama ini.
"Tidak ada yang tahu kegiatannya apa. Wong kata tetangganya dia itu pagi pergi dan sore baru pulang," ungkapnya.
Awalnya, Mujiyono mengaku aktif melakukan pengawasan terhadap KB karena memang ia harus memberikan perhatian khusus terhadap warga baru. Namun dalam 3 tahun terakhir, pengawasan terhadap KB sudah berkurang.
Terlebih, KB sudah tidak pernah lagi mengikuti jemaah salat wajib ataupun salat Jumat di Masjid RT 02 ini. Dalam 3 tahun terakhir KB lebih aktif di masjid pedukuhan tetangga, yaitu di Pedukuhan Kloro ataupun Pungkuran, sehingga pengawasannya sedikit berkurang, apalagi jarak rumah Mujiyono dengan rumah KB cukup jauh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Harga BBM 23 Agustus 2026 berubah. Pertamax turun menjadi Rp15.950, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter.
Jadwal Kereta Bandara YIA 27 Agustus 2026 tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress dari Tugu Jogja maupun YIA.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Vietnam mempertahankan gelar Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 2-2 melawan Thailand dan menang agregat 4-2 di final.
APBD Perubahan Kulonprogo 2026 mengalokasikan Rp8 miliar untuk Bank BPD DIY dan Bank Kulonprogo, tetapi dasar hukumnya disorot DPRD.