Kalah Dalam Pilur Ngoro-Oro, Sukasto Legawa dan Terima Hasil
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Tim gabungan saat melakukan evakuasi pohon walikukun yang tumbang dan melintang di jalur Jogja-Wonosari, Minggu (4/4/2021). /Ist-dok Polres Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pohon Walikukun setinggi 15 meter di kawasan Hutan Wanagama, Kalurahan Banaran, Playen tumbang pada Minggu (4/4/2021) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun pohon tumbang melintang di jalan sehingga mengganggu akses pengendara di jalur Jogja-Wonosari.
Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto mengatakan, peristiwa ambruknya pohon walikukun terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Kebetulan pada saat kejadian, kondisi jalan sedang sepi sehingga tidak ada korban maupun kerugian material akibat peristiwa tersebut.
“Masih sepi. Jadi, pohon tumbang hanya menghambat akses bagi para pengendara di jalur Kota Jogja-Wonosari,” katanya kepada wartawan, Minggu.
Baca juga: Kardus Mencurigakan Bikin Heboh Terminal Madiun
Menurut dia, usai mendapatkan laporan terkait pohon tumbang di jalur utama di wilayah Gunungkidul, tim Taruna Tangguh Bencana (Tagana) Kalurahan Gading bersama aparat kepolisian dan anggota BPBD Gunungkidul melakukan evakuasi. Proses ini membutuhkan waktu karena tingginya pohon yang ambruk sehingga jalur bisa kembali normal sekitar pukul 06.35 WIB.
“Semua berjalan dengan aman dan lancar. Tapi, akibat adanya pohon tumbang sempat membuat macet jalur Jogja-Wonosari untuk beberapa saat,” katanya.
Baca juga: 6.000 Rimbawan Perhutani Terancam Pensiun Dini, Ini Kata Serikat Karyawan
Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, Suryanto meminta kepada pengendara jalan untuk berhati-hati saat berkendara. Hal tersebut dibutuhkan untuk mengurangi risiko kecelakaan maupun hal-hal yang tak diinginkan lainnya.
“Musibah bisa datang kapan saja dan tidak ada yang pernah tahu. Oleh karenanya, harus berhati-hati dan selalu waspada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.
Pemprov Jateng menyalurkan 75,4 juta liter air bersih ke 33 kabupaten/kota untuk membantu warga terdampak kekeringan.
Komisi XIII DPR menemukan miras di salah satu bangunan Lapas Cibinong. Sebanyak 10 bangunan di bantaran Ciliwung dibongkar.
Empat atlet Indonesia lolos final speed panjat tebing di Nagoya. FPTI membidik medali dan berharap podium dikuasai wakil Indonesia.