Pemkab Bantul Minta ASN Taati Larangan Mudik

Foto ilustrasi arus lalu lintas di jalan Solo-Klaten. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
09 April 2021 07:27 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Larangan mudik yang telah ditetapkan pemerintah pusat segera ditanggapi pemerintah daerah. Di Bantul, ASN diminta untuk taati aturan larangan mudik yang telah berlaku.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 sekaligus Wakil Bupati Bantul, Joko Purnomo menegaskan akan mengikuti aturan yang diterbitkan pemerintah pusat, termasuk tentang larangan mudik. Terkhususnya ASN, Joko menyoroti ASN harus menjadi contoh pelaksanaan aturan pemerintah terkait larangan mudik.

BACA JUGA : Larangan Mudik untuk ASN dan Keluarganya, Ini Isi SE PANRB

"Jadi kalau pemerintah Kabupaten Bantul kita akan menerapkan apa yang menjadi aturan pemerintah," katanya pada Kamis (8/4/2021).

"Tentunya Pemkab Bantul menekankan teman-teman ASN untuk taat ya dan bisa memberikan contoh tauladan kepada masyarakat kita. Supaya betul-betul harapan masyarakat bisa dirasakan terkait dengan pengurangan sebaran Covid-19," tegasnya.

Perihal sanksi, pihaknya enggan menerapkan sanksi kepada ASN yang melanggar aturan larangan mudik. Namun dia mengharuskan ASN mentaati aturan tersebut. "Kalau menurut saya tidak perlu ada sanksi. Karena apa, karena kita berharap ASN kita mentaati aturan yang ada," tandasnya.

"Kami Gugus Tugas Covid-19 mengajak dan sudah melakukan koordinasi sinergi dengan seluruh elemen OPD untuk mengimbau kepada teman-teman kita para ASN, sekali lagi untuk mentaati apa yang menjadi aturan pemerintah," ujarnya.

BACA JUGA : Kemenhub Buka Opsi Pengecualian Larangan Mudik

Sebelumnya Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jamharis secara prinsip siap mengikuti aturan yang diberlakukan pemerintah pusat. Namun Helmi menunggu arahan detail dari pemerintah pusat. "Kalau misalnya pusat melarang, itu kita tidak perlu melakukan penjagaan. Tapi misalnya pemerintah pusat memperbolehkan, kemudian ada catatan-catatan itu lah yang akan kita tindak lanjuti," ungkapnya.

Dari segi pengamanan lebaran Helmi menegaskan tak banyak yang berubah dari pengamanan jelang hari raya. Dia mengatakan penjagaan akan dilakukan di perbatasan-perbatasan yang berpotensi jadi titik ramai pengendara.

"Menghadapi lebaran tentu  seperti biasa, kita akan membuat posko di perbatasan Srandakan, Sedayu, Piyungan dan lain-lain," ucapnya.