Jangan Salah Waktu! Begini Aturan Minum Teh agar Lebih Sehat
Minum teh pagi atau sore ternyata beda manfaat. Simak penjelasan ahli soal waktu terbaik minum teh untuk kesehatan dan tidur.
Gus Miftah saat kegiatan Buka Bersama 1000 Anak Yatim atau Sahabat Kecil Gus Miftah, Minggu (25/4/2021). /Harian Jogja- Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Dai kondang asal Jogja, KH Miftah Maulana Habiburrahman atau lebih dikenal dengan Gus Miftah mengaku konsisten dengan dakwah kebangsaan ala milenial.
Selama ini, orang melihat Gus Miftah sebagai master of qoute. Qoute yang disampaikan, kata Pimpinan Ponpes Ora Aji ini, merupakan terjemahan atau tafsir dari Al-Quran dan Al-Hadis. Pola dakwah seperti itupun sangat diterima di kalangan milenial. Jika anak-anak diberi dakwah langsung dengan ayat dan hadis, katanya, maka hal itu sukar dicerna.
"Tapi kalau diwujudkan dengan bentuk qoute menarik, mereka senang. Pak jokowi juga senang dengan model dakwah pola baru ini," katanya di sela kegiatan Buka Bersama 1000 Anak Yatim, Kolaborasi Ponpes Ora Aji Jogja dengan Astra Credit Companies (ACC), di Purwomartani, Kalasan, Minggu (25/4/2021).
Baca juga: Tren Tata Rias Tradisional Wujud Pelestarian Budaya di Era Milenial
Saat ini, katanya, ia akan fokus melakukan dakwah untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme. Sebab saat ini isu-isu soal agama, suku dan ras masih menjadi isu yang luar biasa. "Kalau orang tanya saya apa itu toleransi? Toleransi itu seperti pelangi yang indah, berbeda-beda warna. Tetapi seindah-indahnya pelangi itu tidak akan tampak sama orang yang buta matanya," katanya.
Pada 29 April nanti, Gus Miftah mengaku diminta sebuah gereja di Penjaringan, Jakarta, untuk menyampaikan orasi kebangsaan. Meskipun apa yang dilakukan dinilai resisten dan banyak yang tidak suka, namun ia yakin jika semua akal sehat terus dilakukan maka toleransi akan terwujud secara luar biasa di Indonesia.
"Setiap tahun, saya menggelar buka puasa dengan Sahabat Kecil Gus Miftah (sebutan bagi anak yatim). Kali ini dengan ACC, saya sangat mengapresiasi ini. Ini merupakan salah satu cara bagaimana menanamkan kecintaan bersama dan toleransi," katanya.
Baca juga: Kulonprogo Mulai Bentuk Panitia Pemilihan Lurah
Executive Vice President Customer Retention ACC Vivi Elfira mengatakan kegiatan berbagi dan live dakwah di bulan suci Ramadan tahun ini digelar di Ponpes Ora Aji. Selain menyerahkan bantuan untuk anak yatim dan santri, ACC juga akan mengadakan Live Dakwah oleh Gus Miftah pada 1 Mei dan 11 Juni mendatang.
Rangkaian acara kolaborasi ACC dan Ponpes Ora Aji tersebut dikemas dengan nama kegiatan “Perjalanan Ramadan”. "Kami secara rutin melakukan kegiatan CSR di bulan suci Ramadan. Di bulan Ramadan kali ini kami melakukan kolaborasi dengan Ponpes Ora Aji. Kami berharap kegiatan ini menjadi berkah dan dapat ikut memeriahkan Ramadan 1442," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Minum teh pagi atau sore ternyata beda manfaat. Simak penjelasan ahli soal waktu terbaik minum teh untuk kesehatan dan tidur.
IHSG ditutup anjlok 4,2 persen ke 5.594 dipicu sentimen negatif dan pelemahan rupiah ke Rp18.049 per dolar AS.
Harimau Amur tertua di Jepang, Kai, mati di Kebun Binatang Fukuoka pada usia 20 tahun, diduga karena faktor usia.
Sebanyak 29.000 pohon ditanam di seluruh Indonesia, termasuk Yogyakarta, sebagai dukungan terhadap target SDGs dan pelestarian lingkungan.
Sleman jadi tuan rumah KPI 2026 di UNY, bahas transformasi pendidikan dan kolaborasi lintas sektor.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi minta perbaikan jalan fokus kualitas dan prioritaskan ruas rusak berat pada 2026.