Sapda Distribusikan 1.750 Paket Sembako untuk Kelompok Rentan

Ilustrasi. - Freepik
06 Mei 2021 08:47 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, KOTAGEDE -- Yayasan Sentra Advokasi Perempuan, Difabel, dan Anak (SAPDA) bagikan 1.750 paket sembako untuk warga rentan seperti lansia, difabel, perempuan sebagai kepala keluarga, dan lainnya. Dengan program bertajuk Active Citizens Building Solidarity and Resilience in Response to Covid-19 (Action), penyaluran bantuan sasar tujuh kelurahan di tiga kemantren Jogja yaitu Kotagede, Jetis, dan Wirobrajan.

Adapun distribusi bantuan sebanyak 891 untuk lansia, 535 penyandang disabilitas, 188 perempuan kepala rumah tangga, 60 anak penyandang disabilitas, 44 perempuan pencari nafkah utama, dan 21 orang dari kelompok seksual minoritas.

Menurut Direktur SAPDA, Nurul Saadah Andriani, pemilihan kelompok ini lantaran warga rentan mudah terdampak pandemi Covid-19. Mereka rentan kehilangan sumber penghidupan lantaran anggota lain susah mengakses sumber ekonomi.

"Mereka juga rentan secara kesehatan dan rentan mendapatkan kekerasan dari lingkungan sekitarnya. Mereka seringkali tidak terlihat dan tidak terdengar karena selama ini terpinggirkan dan dipandang tidak mampu berkontribusi dalam keluarga dan masyarakat," kata Nurul.

Setelah bantuan terdistribusi pada 29 April sampai 6 Mei 2021 ini selesai, Nurul berharap penerima bantuan bisa melewati krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19, setidaknya bisa menjamin persediaan makanan selama beberapa hari ke depan.

"Tetapi dampak lebih jauh yang kami harapkan adalah para penerima bantuan pangan program ACTION menjadi kelompok prioritas dalam program bantuan dan perlindungan sosial ke depan, karena selama ini mereka mungkin belum cukup mendapatkan perhatian," katanya.

Selain SAPDA, beberapa lembaga yang terlibat dalam program ini yaitu Hivos (lembaga internasional yang berpusat di Belanda), Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI), Perkumpulan untuk Peningkatan Usaha Kecil (PUPUK), Institut KAPAL Perempuan, dan Pamflet Generasi.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja, Edi Muhammad, bantuan dari SAPDA tidak hanya terkait kebutuhan hidup, namun juga menumbuhkan kepedulian sesama manusia.

Selain itu, bantuan yang melibatkan lembaga dan stakeholder serta masyarakat lintas sektor ini juga sebagai bukti kekuatan sinergitas. "Sinergi ini kami sangat berterima kasih karena dibangun wilayah-wilayah yang sudah mencanangkan diri sebagai kemantren inklusi, kelurahan inklusi," kata Edi.

Selain Jogja, daerah lain yang menerima bantuan yaitu Kabupaten Bogor dengan 2.075 penerima, Kota Makassar dengan 1.534 penerima, Kabupaten Lombok Timur dengan 303 penerima, dan Kota Jakarta Timur dengan 1.534 penerima. Adapun total penerima sebesar 7.000 orang. Terkait penentukan penerima bantuan, sebalumnya sudah ada survei terlebih dahulu.