IKN Teken KPBU Rp2,629 Triliun untuk Bangun 8 Tower ASN
Otorita IKN menandatangani KPBU Rp2,629 triliun untuk membangun delapan tower hunian ASN. Konstruksi dimulai Februari 2027.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Pada libur Idulfitri 2021 ini, salah satu pengunjung Gembira Loka (GL) Zoo membayar biaya parkir sebesar Rp25.000. Dalam unggahan akun Instagram @jogjainfo, Sabtu (15/5/2021), @devannyrahma mengeluhkan biaya parkir yang dinilai terlalu mahal alias nuthuk ini.
Cerita bermula saat @devannyrahma hendak masuk area parkir di dalam kawasan GL Zoo. Namun sebelum masuk, ada seorang pria di luar area GL Zoo yang mengatakan bahwa area parkir di dalam GL Zoo penuh. Alhasil @devannyrahma memarkirkan mobilnya di luar area GL Zoo.
"Padahal kenyataan di dalam longgar dong, masih banyak space kosong," tulisnya.
BACA JUGA: Dicurigai Ada Mata-Mata Hamas, Kantor Media Al Jazeera hingga AP Juga Dibombardir Israel
Lantaran tidak langsung mendapat karcis parkir, dia mengira parkir mobil di luar GL Zoo hanya sekitar Rp10.000. Saat @devannyrahma hendak pergi dari parkiran, ternyata tarif parkir mobil sebesar Rp25.000. Dalam karcis bertanda "Sri Rejeki", tertulis tarif untuk sepeda motor Rp5.000 dan mobil Rp25.000.
"Tahunya karcis diberikan saat kami mau ambil mobil, terus abis liat nominalnya Astaghfirullah banyak amat Rp25.000," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Kabag Humas dan Publikasi GL Zoo, Fahmi Ramadhan mengatakan hal ini bukan hal baru. Beberapa waktu sebelumnya pernah terjadi dan mungkin akan terulang lagi ke depannya. Lantaran area parkir di luar GL Zoo, maka dia tidak bisa berbuat banyak.
Meski begitu, pihak GL Zoo menerima laporan dan mengucapkan terima kasih atas aduan ini. “Pertama mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Terkait akun yang menginformasikan sudah disampaikan ke kami juga,” kata Fahmi saat dihubungi secara daring, Minggu (16/5). “GL Zoo tidak bisa langsung menyelesaikan dengan parkir yang di luar, itu kewenangannya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja.”
Pengelola GL Zoo akan berkomunikasi dengan Dishub Kota Jogja terkait kejadian ini. Sebelumnya sempat ada pembicaraan dengan warga sekitar yang mengelola parkir di luar area GL Zoo, namun kejadian seperti ini masih terulang.
Pada libur Idulfitri kali ini, pengunjung GL Zoo memang meningkat. Tanggal 13-16 Mei 2021, pengunjung GL Zoo secara berturut-turut yaitu 421, 1.160, 2.408, dan 2445 pengunjung. Beberapa waktu parkir di dalam area GL Zoo juga penuh. “Misal penuh ada informasi parkir penuh, kami imbau menunggu dulu. Bisa ke tempat lain dulu,” kata Fahmi.
Guna mengantisipasi kepadatan pengunjung dan juga tempat parkir, pengelola GL Zoo membuka dua area parkir di sisi Barat dan Timur. Adapun tarif parkir di area GL Zoo untuk mobil Rp5.000 dan motor Rp2.000. Dalam pantauannya, Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Jogja, Imanudin Aziz melihat masih banyak tempat parkir yang kosong di area GL Zoo, termasuk parkiran sisi barat masuk lewat Jalan Veteran.
Terkait kejadian parkir di atas, Aziz nyatakan apabila itu parkir ilegal. “Kalau saya liat karcisnya, itu parkir di persil warga ya [off street parking], bukan di badan jalan [on street parking]. Yang jelas itu parkir ilegal, tanpa izin,” katanya. “Besok akan kami tindaklanjuti.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otorita IKN menandatangani KPBU Rp2,629 triliun untuk membangun delapan tower hunian ASN. Konstruksi dimulai Februari 2027.
Sekjen PBB dijadwalkan mengunjungi Indonesia untuk membahas kerja sama multilateral, meninjau kesiapan pasukan perdamaian, dan berpidato di Kemlu.
Harga cabai di Kulonprogo turun di tengah daya beli masyarakat yang melemah. Cabai rawit merah kini Rp45.000 per kilogram di tingkat petani.
Cak Imin menginstruksikan relawan PKB membantu wilayah terdampak karhutla. Bantuan meliputi masker dan air bersih, termasuk 12.000 liter di OKI
Polri mengerahkan tim khusus Bareskrim untuk mengusut dugaan pidana pasar modal setelah IHSG ambles. OJK sebelumnya menjatuhkan denda Rp2,1 triliun.
Komisi I DPRD Kulonprogo menemukan kendala pelayanan adminduk di Samigaluh, mulai dari minimnya anggaran hingga keterbatasan petugas dan sarana.